Pasuruan, – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melakukan rangkaian kunjungan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/3/2026).
Salah satu yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. Kedatangan Menag disambut langsung oleh pengasuh pondok, KH Idris Hamid, bersama keluarga besar pesantren.
Setelah itu, rombongan Menteri Agama melanjutkan kunjungan ke kediaman pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri yakni, KH Fuad Nur Hasan, yang berada di Dusun Krajan, Desa Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban bersama keluarga besar pesantren. Pada kesempatan yang sama, Nasaruddin Umar juga melaksanakan salat Jumat bersama para santri di Pondok Pesantren Sidogiri.
Nasaruddin mengaku telah lama berkeinginan bertemu dengan para kiai di pesantren tersebut. Menurutnya, pertemuan yang terjadi pada hari Jumat di bulan Ramadan diharapkan membawa keberkahan.
“Sebelum Ramadan sebetulnya saya pingin, bahkan sudah sebelumnya juga pingin sekali ketemu dengan kiai. Tapi kebetulan hari ini hari Jumat, Sayyidul Ayyam, dan juga bertepatan dengan Sayyidus Syahr, bulan suci Ramadan,” kata Nasaruddin.
Ia berharap momentum tersebut menjadi doa bersama untuk kebaikan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
“Semoga lebih berkah. Kita mendoakan bangsa kita, mendoakan tanah air kita, semoga menjadi bangsa yang besar, yang kuat, tahan dengan berbagai macam cobaan, selamat dari berbagai macam fitnah dan sebagainya, insyaallah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Menag juga menyinggung usia pesantren yang telah berdiri lebih dari dua abad. Menurutnya, pesantren tua memiliki nilai sejarah sekaligus keberkahan yang besar bagi masyarakat sekitarnya.
“Karena ini pesantren yang sangat tua, sudah lebih 280 tahun. Berarti di sini banyak ‘alladzi barakna haulah’, banyak berkah di sekitarnya. Maka saya kira pesantren ini harus menjadi contoh teladan di berbagai macam pondok pesantren,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai kondisi mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah, khususnya Iran, Nasaruddin menyebut pemerintah terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Ia mengatakan, sebagian mahasiswa telah mendapatkan fasilitasi dari pemerintah. Meski demikian, ada juga yang masih memilih bertahan di Iran sambil menunggu perkembangan situasi.
“Tadi malam saya bicara dengan Kemlu. Mahasiswa yang di Iran difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri. Tapi ada juga yang belum mau pulang, masih akan menunggu dulu perkembangan,” pungkasnya. (*)












