Probolinggo,– Puluhan suporter Persipro 1954 yang tergabung dalam Curva Sud, mengelar aksi protes di depan Stadion Bayuangga pada Selasa malam (4/2/26). Mereka menuntut agar stadion tidak digunakan untuk kegiatan apa pun selain olahraga.

Aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Para suporter membentangkan sejumlah spanduk, salah satunya bertuliskan, “Disewakan!!! Bisa digunakan untuk segala jenis even kecuali sepak bola,”.

Selain memasang spanduk, para suporter Persipro 1954 juga melakukan aksi simbolis dengan bermain sepak bola di depan Stadion Bayuangga.

“Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk penolakan terhadap penggunaan Stadion Bayuangga untuk kegiatan non-olahraga. Ini juga menjadi bentuk kekecewaan karena Persipro gagal tampil di Liga 4 akibat kurangnya dukungan dari pemerintah,” kata Koordinator Curva Sud Probolinggo, Nur Ali.

Ali menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, dalam waktu dekat akan ada konser musik yang rencananya akan digelar di Stadion Bayuangga.

Kegiatan itu dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan sepak bola, mengingat perawatan rumput stadion membutuhkan waktu dan perhatian khusus.

Curva Sud juga meminta keterbukaan dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo terkait kesiapan anggaran perawatan dari pihak even organizer setelah kegiatan dilaksanakan.

“Jika tuntutan kami tidak digubris, kami akan kembali menggelar aksi.karena memang kami tidak memiliki akses langsung ke Dispopar,” imbuh Nur Ali.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo, Muhammad Abas, mengaku pihaknya menghargai aksi para suporter yang menganggap stadion sebagai rumah mereka.

Namun, menurutnya, stadion tidak hanya difungsikan untuk sepak bola, melainkan juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi dan sosial.

“Selama fungsi stadion dapat mendorong perekonomian serta menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), tentu itu menjadi pertimbangan. Namun yang jelas, keamanan, kenyamanan, dan kualitas lapangan tetap harus terjaga,” ujar Abas.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera bertemu dengan perwakilan suporter untuk memberikan penjelasan. Namun waku pertemuan sejauh ini belum ditentukan.

“Yang jelas, perawatan stadion tetap dilakukan. Even in tujuannya juga untuk meningkatkan kunjungan pariwisata serta pertumbuhan ekonomi,” klaim Abas. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.