Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap kedua bagi 43 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir lahar Gunung Semeru. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp154,8 juta.

Setiap KK menerima bantuan sebesar Rp3,6 juta untuk kebutuhan sewa hunian sementara selama enam bulan ke depan.

Bantuan tersebut diberikan menyusul kondisi rumah warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro yang tertimbun material pasir dan batu setinggi lebih dari dua meter akibat banjir lahar pada 5-6 Desember 2025.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati menegaskan, bantuan DTH akan terus diberikan hingga hunian relokasi selesai dibangun.

“Bantuan dana tunggu hunian ini akan kami berikan sampai rumah relokasi benar-benar siap ditempati. Kami tidak ingin warga terdampak kesulitan selama masa transisi,” katanya, Kamis (26/2/2026).

Ia menyampaikan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 1,5 hektare di belakang balai desa sebagai lahan relokasi warga.

“Saat ini lahannya sudah tersedia. Kami akan segera mengusulkan ke pemerintah pusat agar pembangunan hunian tetap bisa segera direalisasikan,” katanya.

Menurut Indah, relokasi menjadi langkah yang tidak bisa ditawar demi keselamatan warga, mengingat kawasan tersebut rawan terdampak aliran lahar saat intensitas hujan tinggi di kawasan Semeru.

“Tidak ada pilihan selain relokasi. Ini demi keselamatan bersama,” tegasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.