Lumajang, – Meski curah hujan tinggi sempat mengganggu produktivitas  pertanian, para petani blewah di Lumajang tetap tersenyum.

Permintaan yang meningkat menjelang waktu berbuka puasa membuat harga blewah melonjak, mencapai Rp5.000–Rp6.000 per kilogram di tingkat petani.

Nanang Suyitno, petani asal Desa Labruk Kidul menyebut, panen tahun ini menurun dibandingkan musim kemarau sebelumnya.

“Biasanya dari lahan 2.500 meter persegi, saya bisa memanen 5 ton blewah. Tahun ini hanya 2–3 ton karena cuaca ekstrem dan beberapa buah rusak akibat kelembapan berlebih,” katanya, Rabu (25/2/2026).

Meski kuantitas panen menurun, Nanang menyampaikan harga yang tinggi di pasaran tetap menutupi kerugian.

“Alhamdulillah, walaupun panen berkurang, harga blewah sedang tinggi, jadi pendapatan tetap bisa mencapai belasan juta rupiah. Kalau cuacanya mendukung, hasil panen bisa dua kali lipat,” tambahnya.

Nanang berharap cuaca di Kabupaten Lumajang segera membaik agar kualitas dan kuantitas panen berikutnya dapat kembali normal.

“Kalau cuacanya mendukung, hasilnya pasti bisa lebih banyak lagi bahkan dua kali lipat,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.