Probolinggo,- Puluhan warga mendatangi sebuah rumah di Desa/Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo pada Senin (9/2/2026) siang.

Aksi ini dilakukan karena warga menduga penghuni rumah tersebut menjadi koordinator investasi bodong melalui sebuah aplikasi bernama MBA.

Kekecewaan warga mencuat setelah uang investasi dan imbalan yang dijanjikan dalam aplikasi tersebut tiba-tiba tidak dapat ditarik kembali.

“Betul, itu rumah yang menjadi koordinator didatangi korban-korbannya karena imbalan dan depositnya tidak bisa ditarik,” kata seorang warga berinisial M.

Warga berinisial M tersebut mengaku sempat ditawari untuk bergabung dalam investasi aplikasi MBA oleh temannya, namun ia memilih menolak.

“Saya juga sempat ditawari tapi menolak,” ungkapnya.

Di lokasi kejadian, terdapat sebuah banner aplikasi MBA yang terpampang di depan ruko, memperkuat dugaan aktivitas investasi di tempat tersebut.

Para korban melaporkan kerugian materiil yang bervariasi, mulai dari angka jutaan hingga puluhan juta rupiah per orang.

Modus yang ditawarkan adalah keuntungan harian, seperti deposit Rp500 ribu dijanjikan Rp15 ribu, dan deposit Rp1,4 juta dijanjikan Rp43 ribu per hari.

Bahkan untuk deposit sebesar Rp4,5 juta, para member dijanjikan akan mendapatkan imbalan sebesar Rp150 ribu setiap harinya.

Dalam video yang beredar di pesan singkat, seorang perempuan yang diduga koordinator terpaksa diamankan aparat dari rumahnya untuk menghindari amukan massa.

Namun, hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas maupun jumlah orang yang diamankan.

Upaya konfirmasi kepada Polsek Pakuniran telah dilakukan melalui pesan Whatsapp, namun pihak kepolisian belum memberikan balasan. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.