Menu

Mode Gelap
Akhmad Munir Nakhodai PWI Pusat, Bawa Semangat Rekonsiliasi Blarr! Bondet Meledak di Sumber Wetan Kota Probolinggo, Lukai Seorang Pemuda Mencekam! Warga Bakar Gedung Negara Grahadi Surabaya Unjuk Rasa Meluas, Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Bertindak Tegas Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri Berawal dari Bakar Sampah, Warung di Kota Probolinggo Ludes Terbakar

Kesehatan · 7 Mar 2024 16:13 WIB

Panen Dumas, Pimpinan Dewan Kritisi Pelayanan RSUD Pasirian Lumajang


					Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Bukasan. (foto: Asmadi). Perbesar

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Bukasan. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang, Bukasan, menyoroti kinerja dam pelayanan RSUD Pasirian yang dinilainya saat ini sangat buruk.

Akibat dari pelayanan yang tak maksimal dalam beberapa bulan terakhir, dewan pun panen Aduan Masyarakat (Dumas), yang meminta agar pelayanan di RSUD Pasirian segera dibenahi.

“Harusnya, hal itu tidak terjadi di Lumajang. Sebab, tugas dan fungsi petugas kesehatan di RSUD Pasirian, ya harus memberi pelayanan dengan baik dan ramah. Jadi tidak ada alasan petugas kesehatan RSUD Pasirian untuk tidak memberikan pelayanan baik,” kata Bukasan, Kamis (7/3/24).

Selain soal pelayanan, jelas Bukasan, persoalan administrasi yang lama dan bertele-tele juga menjadi keluhan masyarakat mau berobat. Apalagi jika pasien menggunakan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan.

Harusnya, imbuh Bukasan, pelayanan medis diberikan dengan baik dan mudah. Pasien yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan pun tidak perlu dibedakan dengan pasien umum.

“Kadang masalah administrasi pasien yang memiliki BPJS secara mandiri, mati atau telat, tidak bisa digunakan berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Makanya, petugas yang ada pada pelayanan seharusnya memberikan pemahaman ke masyarakat agar segera mendapatkan pelayanan kesehatan,” papar dia.

“Pada dasarnya, pasien yang datang ke rumah sakit adalah untuk berobat, Jangan sampai justru sebaliknya, menjadi tambah sakit karena minim pelayanan yang memang di perlukan,” kritik politisi PDI Perjuangan ini pedas.

Kritik ini, sebut Bukasan, menunjukkan kekhawatiran dan kepeduliannya atas pelayanan di rumah sakit milik Pemkab Lumajang itu. Pelayanan yang baik dan mudah, harus diberikan agar tidak menambah beban mental pasien selama masa penyembuhan.

“Pastinya, harus ada evaluasi terhadap kinerja petugas dan manajemen rumah sakit supaya hal ini tidak terulang lagi,” Bukasan memungkasi. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi

29 Agustus 2025 - 14:18 WIB

Sebanyak 1.320 Kasus TBC di Lumajang, Anak dan Usia Produktif Paling Rentan

12 Agustus 2025 - 14:42 WIB

RSUD Lumajang Ungkap Fakta Meningkatnya Kasus Gangguan THT

8 Agustus 2025 - 17:23 WIB

Ratusan Warga Jember Ikuti Operasi Katarak Gratis, Lansia Prioritas

5 Agustus 2025 - 22:49 WIB

Waspada! Pasien Sakit Musiman di Jember Melonjak Gara-gara Anomali Cuaca

5 Agustus 2025 - 19:12 WIB

Capaian Cek Kesehatan Gratis Lumajang Baru 12,7 Persen, Tantangan Edukasi Masih Besar

27 Juli 2025 - 11:24 WIB

Gandeng UJ, Pemkab Lumajang Operasi Gratis Bibir Sumbing

13 Juli 2025 - 16:27 WIB

Canangkan Zero Kusta, Pemkab Probolinggo Gandeng Organisasi Pemerhati Kusta Internasional

9 Juli 2025 - 19:37 WIB

Kasus Kusta Indonesia Masuk 3 Besar Dunia, The Nippon Foundation Turun Tangan

9 Juli 2025 - 19:09 WIB

Trending di Internasional