Menu

Mode Gelap
Blarr! Bondet Meledak di Sumber Wetan Kota Probolinggo, Lukai Seorang Pemuda Mencekam! Warga Bakar Gedung Negara Grahadi Surabaya Unjuk Rasa Meluas, Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Bertindak Tegas Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri Berawal dari Bakar Sampah, Warung di Kota Probolinggo Ludes Terbakar Begal Bersenjata Celurit Gasak Motor di Winongan Pasuruan

Pemerintahan · 19 Feb 2023 17:45 WIB

Panen Raya Padi, Disperta Prediksi Maret


					Solihin sedang mencabut bibit padi untuk ditanam di sawahnya. Perbesar

Solihin sedang mencabut bibit padi untuk ditanam di sawahnya.

Probolinggo – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo memprediksi, panen raya padi akan terjadi Maret mendatang. Hal ini diprediksi sesuai dengan siklus tahunan masa panen.

Kepala Disperta, Mahbub Zunaidi mengatakan, sesuai dengan siklus tanam, sejatinya akhir Februari sudah memasuki masa panen raya. Namun, karena cuaca yang tidak menentu, masa panen memgalami kemunduran.

“Biasanya akhir Februari sudah mulai panen. Namun, mungkin karena faktor hujan, maka terjadi kemunduran,” katanya, Minggu (19/2/2023).

Ia meyakini, dengan adanya panen raya ini, harga beras dan gabah akan ikut terpengaruh. Sebab, salah satu faktor yang mempengaruhi harga beras dan gabah adalah ketersedian gabah di tingkat petani. Sedangkan gabah, akan tersedia ketika petani melakukan panen.

“Tentu akan berpengaruh. Sebab perihal harga nantinya, para petani juga dapat memanfaatkan Sistem Resi Gudang milik pemerintah untuk menahan barang apabila harganya murah,” ujarnya.

Meski begitu, saat ini, ada sejumlah hal yang perlu perhatikan oleh para petani. Salah satunya serangan Organisme Penggangu Tanaman (OPT). Sebab, jika OPT disepelekan, bisa saja berakibat terhadap hasil panen yang buruk.

“Tentu OPT dapat mengganggu hasil panen. Sehingga perlu ada perawatan dan pencegahan. Bisa dengan penggunaan pestisida secukupnya. Dna petani sudah paham betul takarannya,” kata Mahbub.

Sementara itu, Solihin, petani dari Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk mengatakan, meski diprediksi masa penen raya akan terjadi pada bulan depan, di daerahnya juga masih banyak petani yang baru memulai proses tanam.

“Ada juga yang sudah menguning, tapi masih banyak petani yang baru mulai. Saya saja baru besok tanamnya,” katanya. (*) 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

29 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

29 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja?

28 Agustus 2025 - 21:06 WIB

BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

28 Agustus 2025 - 20:40 WIB

Demi Jalan Tembus GOR A. Yani, Pemkot dan Pemkab Probolinggo Sepakat Pinjam Pakai Aset

27 Agustus 2025 - 18:48 WIB

Pemkot Probolinggo Usulkan 1.877 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Tunggu Restu Kemenpan RB

27 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Bunda Indah Ingatkan ASN Lumajang untuk Adaptif Hadapi Era Digital

26 Agustus 2025 - 16:51 WIB

Polemik Alihfungsi Gedung Kesenian, Wali Kota Probolinggo Terbuka Dialog dengan Pelaku Seni

26 Agustus 2025 - 07:44 WIB

LSM Diduga Peras Kades di Lumajang, Bupati Tidak Akan Ditoleransi

25 Agustus 2025 - 17:53 WIB

Trending di Pemerintahan