Lumajang,- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Blok Pusung Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, hingga Selasa (13/10/26), belum terkendali.

Api sulit dipadamkan karena lokasi kebakaran berada di perbukitan terjal yang sulit dijangkau oleh petugas gabungan.

Banyaknya ranting dan daun kering di kawasan hutan membuat api terus membesar dan merembet ke arah kawasan wisata B-29. 

Hingga kini, luas area hutan yang terbakar belum diketahui secara pasti karena si jago merah terus merambat membakar kawasan konservasi tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk TNI, Polri, dan komunitas peduli api, untuk memantau perkembangan kebakaran serta arah pergerakan api.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan medan yang curam menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman secara manual.

“Untuk titik apinya memang sulit dijangkau karena curam juga salah satunya medannya dengan aksesnya yang enggak bisa dijangkau dari tempat terdekat, ataupun dari secara pemadaman manualnya,” kata Yudhi.

Menurutnya, petugas sementara ini masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengawasi perkembangan dan arah perluasan api.

“Untuk petugas sementara ini hanya sebatas pantau di tempat dan mengawasi untuk titik lebarnya. Titik pelebaran api, menjalarnya kemana, itu kita pantau terus,” jelasnya. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.