Jember,- Lonjakan penumpang kereta api di wilayah Daop 9 Jember mencapai puncaknya hari ini.

Data terbaru menunjukkan, arus keberangkatan menembus sekitar 11 ribu penumpang, sementara kedatangan tercatat 11.430 orang dan masih berpotensi bertambah.

Selama periode 11–18 Maret 2026, tiga stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi yakni Stasiun Jember (27.010 penumpang), Stasiun Ketapang (12.412 penumpang), dan Stasiun Banyuwangi Kota (8.799 penumpang).

Di tengah lonjakan tersebut, ketersediaan tiket masih relatif aman. PT KAI Daop 9 Jember mencatat masih ada 13.557 kursi tersisa untuk berbagai perjalanan.

Beberapa kereta dengan sisa kursi terbanyak di antaranya KA Logawa relasi Ketapang–Purwokerto (3.259 kursi), KA Mutiara Timur relasi Ketapang–Surabaya Gubeng (2.812 kursi), serta KA Mutiara Timur relasi Ketapang–Surabaya Pasarturi (2.730 kursi).

Selain itu, KA Ranggajati (Jember–Cirebon) masih tersedia 1.481 kursi, KA Ijen Ekspres (Ketapang–Malang) 1.360 kursi, dan KA Wijayakusuma (Ketapang–Cilacap) 1.267 kursi.

Sementara itu, KA Pandalungan (Jember–Gambir) dan KA Blambangan Ekspres (Ketapang–Pasarsenen) masing-masing menyisakan 421 dan 227 kursi.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan, lonjakan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api.

“Puncak kepadatan hari ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api. Kami memastikan perjalanan tetap aman dan tepat waktu,” ujarnya, Rabu (18/3/26).

KAI mengimbau calon penumpang segera memesan tiket, datang lebih awal ke stasiun, serta memperhatikan jadwal keberangkatan guna menghindari keterlambatan. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.