Jember,- Bupati Jember Muhammad Fawait, turun langsung memimpin aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Selatan, Sabtu (7/2/26) pagi, sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto terkait standarisasi kebersihan objek wisata nasional.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab), TNI, Polri, hingga ratusan pelajar dari sejumlah sekolah.
Aksi kolaboratif ini menyasar kawasan pantai yang selama ini menjadi daya tarik wisata, namun kerap terkendala persoalan sampah.
Fawait menilai, Jember memiliki potensi besar di sektor pariwisata bahari, mengingat garis pantainya merupakan yang terpanjang kedua di Jawa Timur.
Namun, potensi itu belum sepenuhnya optimal akibat rendahnya kesadaran kebersihan.
“Kita punya kekayaan alam yang luar biasa. Tapi kalau kebersihan tidak dijaga, wisatawan bisa kecewa. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujarnya.
Aksi bersih pantai ini juga melibatkan pelajar dari jenjang SMP, MTs, SMA, SMK hingga Madrasah Aliyah. Pelibatan pelajar ini dimaksudkan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Menurut Fawait, menjaga kebersihan bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Ia berharap kebiasaan tersebut dapat terus dibawa hingga dewasa.
Tak hanya bersifat simbolis, Fawait memastikan penanganan sampah akan dilakukan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah tengah menyiapkan peta jalan pengelolaan sampah yang lebih terarah, dengan penguatan program kebersihan pada Anggaran Perubahan 2026 dan APBD murni 2027.
Selain fokus pada kebersihan pantai, penataan kota juga menjadi perhatian. Melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, dilakukan pendataan terhadap papan reklame serta jaringan kabel udara yang dinilai mengganggu estetika kota.
“Reklame tanpa izin akan kami tertibkan. Ke depan, kabel udara juga direncanakan masuk ke bawah tanah agar tata kota lebih rapi,” pungkasnya. (*)












