Menu

Mode Gelap
Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

Sosial · 13 Jan 2025 15:09 WIB

Evaluasi Mitigasi Bencana, Gus Haris Kunjungi Rumah Tertimpa Pohon di Paiton


					PEDULI: Gus Haris saat mengecek kondisi rumah Musa yang ambruk akibat tertimpa pohon di Desa Kalikajar Wetan, Kec. Paiton, Kab. Probolinggo. (foto: Ali Ya’lu)
Perbesar

PEDULI: Gus Haris saat mengecek kondisi rumah Musa yang ambruk akibat tertimpa pohon di Desa Kalikajar Wetan, Kec. Paiton, Kab. Probolinggo. (foto: Ali Ya’lu)

Probolinggo,- Bupati Probolinggo terpilih, dr. Mohammad Haris atas Gus Haris mendatangi rumah warga Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, Senin (13/1/25).

Kedatangan Gus Haris, tak lain untuk mengecek langsung dampak dari bencana pohon tumbang yang menimpa rumah warga tersebut.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebuah pohon jati roboh dan menimpa rumah Musa (55) di Dusun Togur, Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, Kamis (9/1/25) lalu.

Akibatnya, atap rumah yang didiaminya itu ambruk. Nahas, akibat peristiwa tersebut, Sari’a (64) yang tak lain adalah ibu dari Musa meninggal dunia pasca tertimpa reruntuhan atap rumah.

“Ini bagian dari upaya evaluasi mitigasi. Karena mitigasi itu penting, apalagi ini sampai ada korban jiwa,” kata Gus Haris.

Ia juga menyebut, penanganan bencana di Kabupaten Probolinggo menurutnya juga sudah cukup baik. Terbukti dalam peristiwa tersebut, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mampu memberikan respon cepat.

“Saya sangat senang, karena sejumlah OPD ini juga datang. Itu tanpa kami minta,” ujarnya.

Gus Haris menambahkan, ke depan di Kabupaten Probolinggo mesti ada semacam early (peringatan dini) untuk bencana. Sehingga, daerah-daerah yang terjadi bencana tidak sampai memakan korban jiwa.

“Ke depan, beberapa daerah yang berpotensi ada air besar, longsor dan sebagainya, itu ada early warning agar ada kesiapan menghadapi bencana,” ucapnya. (*)

 


Editor: Mohammad S

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 191 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

29 Agustus 2025 - 04:15 WIB

Stadion Bayuangga Bakal jadi Venue Hari Jadi Kota Probolinggo, Askot PSSI dan Suporter Persipro Meradang

28 Agustus 2025 - 17:24 WIB

PKK Kabupaten Pasuruan Ikut Andil dalam Pencegahan Narkoba Bersama BNN

26 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Layang-layang Jadi Penyebab Utama Padamnya Listrik PLN di Lumajang

26 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Bangunan Liar di Kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan Dibongkar Paksa

25 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Stok Beras Medium di Jatim Mulai Langka, Begini Kondisinya di Probolinggo

25 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Sempat Pudar, Tradisi Kelereng Balap Kembali Warnai Agustusan di Kedungsupit Probolinggo

24 Agustus 2025 - 16:48 WIB

Haru! Belasan Emak-emak di Probolinggo Dapat Hadiah Umroh Gratis

22 Agustus 2025 - 05:07 WIB

Polisi Inisiasi Gerakan Pangan Murah di Probolinggo, 44 Ton Beras Ludes

21 Agustus 2025 - 18:08 WIB

Trending di Sosial