Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Pendidikan · 1 Jul 2024 15:55 WIB

Antisipasi Kekerasan Anak di Sekolah, Ini Terobosan Pemkot Probolinggo


					Ilustrasi kekerasan dan bullying pada pelajar. Perbesar

Ilustrasi kekerasan dan bullying pada pelajar.

Probolinggo,- Kasus kekerasan anak dan perundungan di satuan pendidikan yang masih terjadi menjadi perhatian semua pihak tak terkecuali Pemerintah Kota Probolinggo.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Probolinggo memembentuk satgas untuk mecegah dan menangani perundungan dan kekerasan.

Satuan tugas yang dibentuk Pemkot Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diberi nama Gaspro Cetar Perkasa.

Dibentuknya satgas ini menjadi langkah preventif dalam tindak perundungan dan kekerasan di sekolah.

“Kasus bullying menjadi isu nasional bahkan di Kota Probolinggo juga terjadi. Sehingga dengan adanya satgas ini sebagai bentuk usaha preventif dari kasus bullying yang terjadi. Sehingga dengan satgas ini diharapkan dapat mencegah bullying di sekolah,” ujar Pj Walikota, Nurkholis, Senin (1/7/24).

Gaspro Cetar Perkasa ini terdiri dari kepala sekolah PAUD, SD, SMP serta Penilik/ Pengawas Satuan Pendidikan serta Tim TPPK Kota/ Satuan Pendidikan Kota Probolinggo.

“Biasanya anak kalau menjadi korban bullying terlihat gelagatnya atau terlihat murung, untuk itu guru harus selalu peka terhadap anak didiknya,” papar Nurkholis yang juga Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah mengatakan, di Kota Probolinggo sudah mencapai 100 persen pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan pada satuan pendidikan mulai jenjang PAUD hingga SMP.

“Jadi sebelumnya, Kota Probolinggo belum memiliki satgas pencegahan dan penanganan ini. Sekarang satgas ini sudah terbentuk tim di seluruh tingkatan satuan pendidikan yakni, PAUD 100 persen, SD 100 persen, dan SMP 93 persen,” bebernya.

Target ke depan ada peta wilayah yang menunjukkan wilayah hijau, kuning dan merah pada masing-masing satuan kerja pendidikan dan kecamatan untuk nantinya dilakukan intervensi bersama. (*)

 

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Moch. Rochim


 

Artikel ini telah dibaca 183 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG

29 Agustus 2025 - 18:50 WIB

Polinema Jadi Harapan Baru Lumajang Cetak SDM Berdaya Saing Global

28 Agustus 2025 - 16:34 WIB

Tanpa Tunggu Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat di Jember Terima Siswa Sepanjang Tahun

1 Agustus 2025 - 16:59 WIB

Demi Sekolah, Siswi SD di Lumajang Terjatuh Saat Digendong Ayahnya Seberangi Lahar Semeru

1 Agustus 2025 - 16:31 WIB

Kurang Diminati, Pemkab Probolingggo Bakal Tutup SDN Warujinggo 2

18 Juli 2025 - 16:06 WIB

Miris! SDN Warujinggo 2 Probolinggo 2 Tahun Gagal Dapatkan Siswa Baru

17 Juli 2025 - 09:29 WIB

Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Dipantau Langsung Gubernur Khofifah

14 Juli 2025 - 19:54 WIB

Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Siswa Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

14 Juli 2025 - 12:49 WIB

Sekolah Rakyat Segera Dimulai, Asrama dan Ruang Kelas Dikenalkan

11 Juli 2025 - 04:47 WIB

Trending di Pendidikan