Menu

Mode Gelap
Partai Gerindra Tunjuk Rusdi Sutejo jadi Bacabup di Pilkada Pasuruan Korban Pembacokan di Tongas Bantah Goda Istri Pelaku SD Negeri di Lumajang Kekurangan Murid, Kok Bisa? KPU Gunakan PKPU 8 Tahun 2024 untuk Pilkada Kabupaten Probolinggo Stok Menipis, Harga Cabai Rawit di Kota Probolinggo Tembus Rp100 Ribu Kapok! Dua Spesialis Maling Pikap di Pasuruan Diringkus Polisi

Pendidikan · 1 Jul 2024 15:55 WIB

Antisipasi Kekerasan Anak di Sekolah, Ini Terobosan Pemkot Probolinggo


					Ilustrasi kekerasan dan bullying pada pelajar. Perbesar

Ilustrasi kekerasan dan bullying pada pelajar.

Probolinggo,- Kasus kekerasan anak dan perundungan di satuan pendidikan yang masih terjadi menjadi perhatian semua pihak tak terkecuali Pemerintah Kota Probolinggo.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Probolinggo memembentuk satgas untuk mecegah dan menangani perundungan dan kekerasan.

Satuan tugas yang dibentuk Pemkot Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diberi nama Gaspro Cetar Perkasa.

Dibentuknya satgas ini menjadi langkah preventif dalam tindak perundungan dan kekerasan di sekolah.

“Kasus bullying menjadi isu nasional bahkan di Kota Probolinggo juga terjadi. Sehingga dengan adanya satgas ini sebagai bentuk usaha preventif dari kasus bullying yang terjadi. Sehingga dengan satgas ini diharapkan dapat mencegah bullying di sekolah,” ujar Pj Walikota, Nurkholis, Senin (1/7/24).

Gaspro Cetar Perkasa ini terdiri dari kepala sekolah PAUD, SD, SMP serta Penilik/ Pengawas Satuan Pendidikan serta Tim TPPK Kota/ Satuan Pendidikan Kota Probolinggo.

“Biasanya anak kalau menjadi korban bullying terlihat gelagatnya atau terlihat murung, untuk itu guru harus selalu peka terhadap anak didiknya,” papar Nurkholis yang juga Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah mengatakan, di Kota Probolinggo sudah mencapai 100 persen pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan pada satuan pendidikan mulai jenjang PAUD hingga SMP.

“Jadi sebelumnya, Kota Probolinggo belum memiliki satgas pencegahan dan penanganan ini. Sekarang satgas ini sudah terbentuk tim di seluruh tingkatan satuan pendidikan yakni, PAUD 100 persen, SD 100 persen, dan SMP 93 persen,” bebernya.

Target ke depan ada peta wilayah yang menunjukkan wilayah hijau, kuning dan merah pada masing-masing satuan kerja pendidikan dan kecamatan untuk nantinya dilakukan intervensi bersama. (*)

 

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Moch. Rochim


 

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

SD Negeri di Lumajang Kekurangan Murid, Kok Bisa?

23 Juli 2024 - 21:48 WIB

Duh! Kabupaten Lumajang Kekurangan 1.462 Tenaga Pendidik SD-SMP

22 Juli 2024 - 21:56 WIB

Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah, Pj Walikota Probolinggo Tinjau MPLS

15 Juli 2024 - 20:47 WIB

Perkuat Literasi, Universitas Nurul Jadid Gandeng PWI Probolinggo Raya

7 Juli 2024 - 15:17 WIB

Diwarnai Isak Tangis, Ratusan Siswa SMPN 8 Kota Probolinggo Cuci Kaki Orangtua

19 Juni 2024 - 18:39 WIB

Trending di Pendidikan