Menu

Mode Gelap
Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

Budaya · 2 Agu 2023 17:28 WIB

Hadiri Petik Laut Kalibuntu, Gus Haris Ajak Masyarakat Jaga Kearifan Lokal


					GUYUB : Gus Haris (mengenakan pakaian Banser) saat ikut larung sesaji bersama warga Desa Kalibuntu. (foto: Ali Ya'lu) Perbesar

GUYUB : Gus Haris (mengenakan pakaian Banser) saat ikut larung sesaji bersama warga Desa Kalibuntu. (foto: Ali Ya'lu)

Probolinggo,- Petik laut yang digelar masyarakat Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (2/8/23) pagi, berlangsung meriah. Dinilai mencerminkan kearifan lokal, tradisi tahunan itu pun menuai pujian dari sejumlah tokoh.

Salah satu tokoh agama di Kabupaten Probolinggo, Gus dr. Muhammad Haris Damanhuri Romly atau Gus Haris mengatakan, petik laut yang melarung sejumlah hasil bumi ke laut merupakan kearifan lokal yang perlu dijaga.

Sebab, di dalamnya terdapat nilai-nilai rasa syukur kepada Allah SWT, yang sudah memberikan rezeki kepada masyarakat setempat berupa ikan dan hasil tangkapan laut lainnya.

“Ini kearifan lokal, bentuk syukur masyarakat dari hasil tangkapan ikan selama ini. Tentu dengan harapan, selama setahun ke depan hasilnya bisa lebih baik,” kata Gus Haris yang hadir di lokasi.

Selain itu ia menilai, rangkaian kegiatan yang dilangsungkan dalam Petik Laut menambah nilai positif. Sebab, selain larung saji, masyarakat juga menggelar pengajian hingga istighosah.

“Kearifan lokal ini sangat positif. Terlebih di dalamnya juga mengandung nilai-nilai kekompakan dan kerukunan masyarakat setempat,” ujarnya.

Disisi lain, Gus Haris mengharap, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam kegiatan itu dapat melakukan terobosan untuk menanggulangi banjir rob yang rutin terjadi Desa Kalibuntu.

“Kami berharap beliau (Gubernur Khofifah, red) dapat menyaksikan dan dapat memberikan solusi. Masyarakat mungkin sudah terbiasa, tapi ini kan tidak layak, harus ada solusi,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menyebut, Petik Laut di Desa Kalibuntu menunjukkan kekompakan masyarakat, yang masih terjaga dengan baik. Ia berharap, kekompakan ini dapat terus dirawat dan dipupuk.

Mantan Menteri Sosial ini juga memberikan tanggapannya soal banjir rob. Ia mengaku telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung sehingga rencana penanggulangan bisa segera dilakukan.

“Petik Laut ini menunjukkan keguyuban warga Kalibuntu, saya takjub. Untuk banjir rob, setelah ini akan saya cek langsung, agar RAB (Rancangan Anggaran Biaya, red), dapat diketahui secara pasti,” janjinya. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Terinspirasi Pejuang Kemerdekaan, Peserta Tajemtra Berusia 70 Tahun ini Tuntaskan Rute 30 KM

24 Agustus 2025 - 08:33 WIB

15 Ribu Peserta Semarakkan Tajemtra 2025, Termasuk WNA China

24 Agustus 2025 - 02:02 WIB

Tajemtra 2025 Siap Digelar, 15.171 Peserta Terdaftar

22 Agustus 2025 - 19:22 WIB

Dorong Wisatawan Kenali Budaya Tengger, Bupati Gus Haris Siapkan Kalender Even di Bromo

9 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Hari Raya Karo, 3 Desa Lereng Bromo Probolinggo Gelar Ritual Tari Sodoran

9 Agustus 2025 - 18:19 WIB

Wisatawan Mancanegara Ramaikan Tradisi Jolen di Lereng Gunung Semeru

28 Juli 2025 - 19:28 WIB

Tradisi Ujung dan Ujub, Upaya Menolak Bala di Desa Kandangan

28 Juli 2025 - 18:00 WIB

Dari Tumpeng hingga Sayuran, Warga Berebut Isi Jolen Penuh Kegembiraan

28 Juli 2025 - 14:24 WIB

Ada Nilai Filosofis Calon Arang dalam Pementasan Seni Menyuarakan Dharma

21 Juli 2025 - 09:26 WIB

Trending di Budaya