Menu

Mode Gelap
Begal Bersenjata Celurit Gasak Motor di Winongan Pasuruan Kabar Gembira! Probolinggo Segera Buka Rute Pelayaran Langsung ke Lombok Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan

Ekonomi · 19 Jan 2023 18:04 WIB

Setelah Kecap dan Bawang Goreng, DKUPP Sasar Kopi untuk Diekspor


					BERKUALITAS: Seorang warga saat memetik buah kopi khas Kabupaten Probolinggo. (foto: FB Yulis Tinachi). Perbesar

BERKUALITAS: Seorang warga saat memetik buah kopi khas Kabupaten Probolinggo. (foto: FB Yulis Tinachi).

Probolinggo – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo terus menggenjot perkembangan dunia industri. Hingga saat ini sudah ada dua produk lokal yang berhasil go internasional, yakni kecap dari Kecamatan Tongas dan bawang goreng dari Kecamatan Dringu.

Kepala DKUPP setempat, Anung Hermanuadi mengatakan, setelah dua produk tersebut, kini pihaknya menyasar kopi yang diproyeksikan agar bisa diekspor ke luar negeri. Sebab kopi Probolinggo terbilang cukup diminati oleh khalayak ramai.

“Kopi di sini kan lumayan bagus, tapi kami tetap akan survei ke sejumlah kecamatan penghasil kopi dulu. Seperti halnya di sejumlah desa di Kecamatan Krucil,” katanya.

Survei itu bertujuan untuk memastikan kelayakan kopi tersebut sebagai produk diekspor. Namun selain itu, survei ini juga bertujuan untuk memastikan kesiapan pemilik kopi dalam menyediakan permintaan jika sudah go internasional.

“Semisal kopinya itu sudah layak, sudah siap diekspor. Tapi kan kami juga perlu memastikan kesiapan pemiliknya, sanggup tidaknya memenuhi permintaan,” paparnya.

Ia mengatakan, adanya produk lokal yang mampu go internasional merupakan sebuah kebanggaan bagi daerah. Sebab, selain mampu mendongkrak roda perekonomian, adanya produk lokal yang mampu ekspor tentu akan mengharumkan nama daerah.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi, edukasi agar produk-produk lokal yang ada menjadi lebih baik dan siap go internasional. Dan adanya produk yang sudah berhasil ekspor ini, semoga menginspirasi para pelaku usaha lainnya,” katanya.

Yang terbaru, DKUPP melepas pemberangkatan produk bawang goreng dari Kecamatan Dringu yang diekspor ke Singapura pada Kamis (19/1/2023) pagi. Dijelaskannya, ekspor ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha bawang goreng di Kecamatan Dringu.

“Ekspornya baru tadi pagi, yang diekspor itu jumlahnya 120 karton bawang goreng atau sebanyak 300 kg. Jadi memang lumayan banyak untuk ukuran bawang goreng,” paparnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebanjiran Order, Persewaan Baju Karnaval di Pasuruan Raup Puluhan Juta

24 Agustus 2025 - 17:18 WIB

Dari Dapur Nenek ke Meja Milenial, Makanan Tradisional yang Menyatukan Zaman

24 Agustus 2025 - 15:15 WIB

Target Luas Tanam Tembakau di Kabupaten Probolinggo Belum Tercapai

18 Agustus 2025 - 17:22 WIB

Harga Tembakau di Probolinggo Mulai Melonjak, Tembus Rp 66 Ribu/Kg

15 Agustus 2025 - 14:48 WIB

Klaim Kondisi Sedang Tidak Baik, Gudang Garam Paiton tak Jamin Beli Tembakau

14 Agustus 2025 - 18:53 WIB

Cegah Penimbunan, Satgas Pangan Sidak Produsen dan Agen Beras di Pasuruan

14 Agustus 2025 - 17:48 WIB

Momentum Kemerdekaan, Okupansi Hotel di Bromo Naik hingga 70 Persen

12 Agustus 2025 - 18:57 WIB

Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, BWI Probolinggo Masifkan Sosialisasi

12 Agustus 2025 - 18:02 WIB

Penjual Bendera Musiman Marak, Namun Omset Kini Turun

8 Agustus 2025 - 18:10 WIB

Trending di Ekonomi