BESUK,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menjamin pengobatan Rifka Dina Aulia (7), bocah yatim piatu asal Dusun Krajan, RT/010 RW/003, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk. Pengawasan dari Dinkes terus dilakukan meskipun anak yang mengalami gizi buruk itu telah miliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesma) Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami mengatakan, sudah mengetahui kendala keluarga Dina. Keluarga tersebut memang punya KIS tetapi tidak mengetahui cara penggunaanya saat hendak berobat.
“Oleh karena itu, kami ada solusi untuk hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini kan punya Jaminan Kesehatan Masyarakat Tidak Mampu dan nantinya jaminan itu yang akan dipakai untuk pengobatan dan perawatan Dina,” kata Wahyu, Kamis (3/3/2022).
Untuk pengurusannya, lanjut Wahyu, dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) pihak keluarga Dina, nanti setiap jadwal pemeriksaan akan diawasi oleh pihak Dinkes. Sehingga pihak keluarganya tinggal membawa Dina ke rumah sakit.
“Nanti perihal pembiayaan atau sebagainya kami bantu. Kalaupun nanti kartu BPJS-nya sudah tidak bisa digunakan itu bukan masalah dan tidak perlu khawatir karena kami ada biaya untuk masyarakat tidak mampu, dan biaya itu disebut Jamkesmada,” tutur Wahyu.
Diketahui, pertumbuhan Dina bermasalah sejak lahir. Jika bayi pada umumnya memiliki berat sekitar 2,5 kilogram tapi Dina hanya 1,1 kilogram. Sehingga kondisinya sekarang tidak bisa jalan dan setiap harinya hanya minum susu serta hanya bisa berbaring di tempat tidur.
Selain gizi buruk yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan anak (stunting), penderitaan Dina tidak sampai di situ. Sekitar empat tahun lalu atau sejak berumur tiga tahun, ia tidak dapat merasakan belaian dan kasih sayang dari orangtuanya yang memutuskan bercerai.
Penderitaan Dina kian lengkap setelah pada delapan bulan lalu, Babur Rahma, ibu kandungnya meninggal dunia. Alhasil, hak asuh diambil alih sang nenek nenek dibantu Salehuddin, kakak kandung Babur Rahma. Dan enam bulan lalu, Hasan, bapaknya juga meninggal dunia. (*)
Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah












