Menu

Mode Gelap
Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja? BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi Truk Muat 10 Ton Beras Tergelincir ke Sungai Bondoyudo Lumajang

Hukum & Kriminal · 17 Feb 2022 14:10 WIB

Beredar Video Wanita Diancam Dibacok Jika Tak Coblos Cakades Tertentu


					Beredar Video Wanita Diancam Dibacok Jika Tak Coblos Cakades Tertentu Perbesar

BANYUANYAR,- Di sela-sela pencoblosan calon kepala desa (cakades) di pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Kamis (17/2/2022), beredar di media sosial (medsos) Facebook, video seorang warga histeris setelah mendapat ancaman dari pendukung cakades.

Video berdurasi kurang lebih sekitar 15-20 detik itu diposting akun Facebook bernama “Syifa Alfabeta” di grup Facebook Informasi Masyarakat Probolinggo. Saat ini postingan video sudah mendapat 101 tanggapan, 36 komentar dan 14 kali dibagikan hanya dalam waktu 7 menit.

Dalam video tersebut, tampak seorang wanita diperkirakan berumur 27 tahun histeris usai menerima ancaman dari orang tak dikenal. Ancaman tersebut, berupa pembacokan yang ditujukan ke kepalanya jika tidak mencoblos salah satu calon.

“Kalau tidak mencoblos nomor urut 3, awas kamu,” begitu suara perempuan yang memakai kaos warna hitam dan titik biru langit di dalam video dengan bibir menggigil dan tangan gemetar.

Dalam video tersebut, perekam juga menuliskan caption jika kejadian tersebut ditemukan saat sedang berpatroli. “Saat kami berpatroli, mendengar keributan salah satu masyarakat Desa Klenang Kidul. Lalu kami datangi dan ternyata ada kejadian ancaman,” tulisnya.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar, Ipda Andri Okta menjelaskan, jika dalam video tersebut memang benar adanya. Kejadiannya saat masa tenang atau dua hari sebelum pelaksanaan pencoblosan pilkades.

Andri mengatakan, seorang perempuan tersebut bernama Aliyah, warga Dusun Tekong, Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar. Setelah video tersebut tersebar, pihaknya bersama dengan Panitia Pemilih (Panlih) setempat serta Muspika Banyuanyar mendatangi lokasi.

“Kejadiannya itu sekitar pukul 21.30 WIB, saat itu katanya perempuan ini hendak mengambil wudhu untuk sholat isyak, mengajak suaminya tapi tidak mau sampai akhirnya jalan sendiri. Di situlah dia didatangi pria bertopeng membawa celurit dan mengancam kalau tidak mencoblos calon nomor 3 akan dibacok,” kata Andri.

Usai kejadian ancaman itu, lanjut Andri, tidak berselang lama, datanglah warga yang diduga bukan merupakan warga Desa Klenang Kidul dan mengaku mendengar keributan lalu merekam pengakuan korban kemudian disebarluaskan di media sosial.

“Setelah videonya sampai ke kami, kami langsung datangi karena memang dari pihak korban tidak mau melapor. Sampai saat ini masih kami selidiki dan mengumpulkan keterangan dari tetangga di sekitar rumah korban,” ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Gending ini. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang

29 Agustus 2025 - 08:48 WIB

Janji Bebaskan Tahanan, Tiga Preman Ngaku Polisi Ditangkap

28 Agustus 2025 - 15:39 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu di Jember, Dua Orang Ditahan

27 Agustus 2025 - 20:57 WIB

Tragis! Dua Nelayan di Jember Tenggelamkan Kerabat ke Sungai Hingga Tewas

27 Agustus 2025 - 18:15 WIB

Satu Terpidana Penanaman Ganja di Lumajang Dipindahkan ke Lapas Kelas l Surabaya

27 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Berkedok COD-an, Maling Motor asal Kuripan Bonyok Dihajar Warga

27 Agustus 2025 - 04:32 WIB

Hilang Sejak Maret, Motor Warga Bojonegoro yang Dipinjam Anak Punk Kini Kembali

26 Agustus 2025 - 19:07 WIB

Pintu Kandang Dirusak, Maling Gondol Sapi di Kareng Lor Kota Probolinggo

26 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Tipu Warga Pakai Modus Bansos, Pria di Lumajang Dipukuli Massa

26 Agustus 2025 - 17:04 WIB

Trending di Hukum & Kriminal