Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Wisata · 15 Mei 2021 18:46 WIB

Bromo Ditutup, Wisatawan Nekad Diputar Balik


					Bromo Ditutup, Wisatawan Nekad Diputar Balik Perbesar

SUKAPURA,- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) beserta 4 wilayah penyangga, sepakat untuk menutup wisata Gunung Bromo selama libur lebaran. Untuk mencegat wisatawan yang nekad masuk, pos penyekatan pun didirikan.

Di wilayah Kabupaten Probolinggo, BB TNBTS bekerjasama dengan pemerintah daerah dan TNI/Polri, mendirikan 2 pos penyekatan di sepanjang jalur menuju wisata Gunung Bromo. Pos penyekatan itu bahkan telah didirikan sebelum lebaran.

Pantauan PANTURA7.com, Sabtu (15/5/21), 2 titik pos penyekatan itu berada di depan balai Desa Ngadisari dan di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura atau pos loket pintu masuk menuju lautan pasir.

Sejumlah wisatawan yang terlanjur datang, akhirnya harus putar balik lantaran dihalau oleh petugas yang berada di pos pertama, yakni di balai Desa Ngadisari. Meski alot, namun akhirnya para wisatawan akhirnya bersedia putar arah.

Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BB TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, penutupan wisata Gunung Bromo bukan hanya di pintu masuk jalur Kabupaten Probolinggo saja. Namun juga di tiga pintu masuk kabupaten lainnya.

Ketiga pintu masuk itu, dijelaskan Sarif, meliputi Wonokitri Kabupaten Pasuruan, Tumpang Kabupaten Malang dan Senduro Kabupaten Lumajang. Seluruh pos penyekatan dijaga oleh petugas gabungan dari BB TNBTS, unsur pemerintah daerah dibantu TNI/Polri.

“Penutupan Gunung Bromo dimulai sejak tanggal 13 hingga 23 Mei 2021. Penutupan tidak hanya bagi wisatawan namun juga untuk warga lokal, kecuali warga yang mencari rumput. Untuk memaksimalkan penjagaan, kami juga melakukan patroli,” terang Sarif.

Salah satu wisatawan yang diputar balik petugas, Rizal mengungkapkan, ia dihalau petugas saat melewati balai Desa Ngadisari. Meski kecewa tidak bisa menikmati eksotika alam Bromo, namun ia mengaku menerima dan memaklumi penyekatan itu.

“Sebenarnya saya sudah tahu kalau Bromo ditutup, tetapi saya pingin jalan-jalan sampai ke Cemoro Lawang. Namun karena tidak boleh naik, ya terpaksa turun mas,” ujar wisatawan asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo ini. (*)

 

Editor : Efendi Muhammad

Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ada Fenomena Embun Upas di Bromo, TNBTS Waspadai Potensi Kebakaran Hutan

29 Juli 2025 - 08:43 WIB

Seperti Tidur di Atas Salju, Cerita Pendaki yang Menyaksikan Ranu Kumbolo Membeku

27 Juli 2025 - 14:38 WIB

Fenomena Embun Upas di Gunung Bromo, Sajikan Eksotika bak Pegunungan Alpen

11 Juli 2025 - 08:49 WIB

Keamanan Pendaki Ditingkatkan, TNBTS Wajibkan Gelang RFID bagi Pendaki Gunung Semeru

6 Juli 2025 - 09:33 WIB

Wamen: Dulu Instagram Saya Penuh Laporan Pungli Tumpak Sewu, Sekarang Sudah Beres

29 Juni 2025 - 20:51 WIB

DPRD Desak Dinas Pariwisata Lumajang Segera Intervensi dan Perbaiki Manajemen Air Terjun Tumpak Sewu

22 Juni 2025 - 09:20 WIB

Tumpak Sewu: Satu Objek Wisata, Dua Tarif Masuk Berbeda

19 Juni 2025 - 13:30 WIB

Pengelolaan Pemandian Selokambang Lumajang Diduga Bocor

19 Juni 2025 - 12:16 WIB

Pariwisata Tumpak Sewu Terancam Stagnan, Homestay dan Atraksi Pendamping Tak Terkoordinasi

18 Juni 2025 - 17:21 WIB

Trending di Pemerintahan