Aktivis PMII Harus Cerdas, Kuat dan Beradab

KRAKSAAN,- Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong, Probolinggo berganti nakhoda. Rizki Rahmatullah, menjadi ketua baru untuk kepengurusan periode 2021-2022.

“Alhamdulillah, hari ini kita sah dan legal sebagai pengurus komisariat PMII UNZAH,” terang Rizky usai dilantik dan diambil sumpahnya oleh Pengurus Cabang (PC) PMII Probolingggo di Aula UNZAH, Minggu (11/4/21).

Dijelaskan Rizky, banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh pengurus baru, sebagiannya merupakan warisan pengurus lama. “Salah satunya, menumbuhkan kembali pemikiran kritis,” kata Rizky.

Sekretaris Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PK PMII UNZAH Periode 2021-2022, Babul Arifandhie dalam arahannya menyampaikan, kader PMII harus mewarnai Organisasi Kemasyarakatan Kepemudaan (OKP) di Probolinggo.

“Kader PMII, khususnya pengurus komisariat UNZAH harus berkarakter sehingga mampu memberikan warna dalam setiap gerakan, tidak sekedar komplemen,” paparnya.

Agar berkarakter, imbuhnya, kader PMII harus cerdas, kuat dan beradab. “Cerdas pola pikir dan cerdas gerakannya, sehingga kader PMII kuat, diperhitungkan,” imbuh dia.

Chief Executive Officer (CEO) media online lokal itu menambahkan, dibalik kecerdasan dan kekuatan gerakannya, kader PMII harus tetap membumi. “Meski cerdas dan kuat, kader PMII harus tetap menjaga adab,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan aktivis PMII era Orde Baru, Haqqul Yaqin yang menjadi pembicara sarasehan usai pelantikan. Ia menyebut, kader PMII saat ini harus merevolusi pola gerakannya. Sebab peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial tidak lagi dominan.

“Misalnya kelompok buruh mau demo untuk menyuarakan pendapat, sekarang mereka lakukan sendiri, tidak perlu menunggu mahasiswa. Ada pergeseran peran antara aktivis zaman dulu dengan sekarang,” ujarnya.

Oleh karenanya, sambung dosen di perguruan tinggi di Surabaya itu, kader PMII saat ini harus lebih kritis dan mendesain ulang pola gerakannya. “Zaman saya dulu, kericuhan dengan polisi selalu dicari-cari,” tutur Haqqul Yakin. (*)

Baca Juga  Disembunyikan di Dapur, Belasan Botol Arak Disita

 

Editor : Ikhsan Mahmudi

Publisher : A. Zainullah FT

Baca Juga

Serba Terbatas, Peribadatan di Klenteng Sumber Naga Tetap Khidmat

MAYANGAN-PANTURA7.com, Umat Konghucu di Kota Probolinggo, Kamis (11/2/2021) malam, menggelar peribadatan menyambut Tahun Baru Imlek …