KRAKSAAN-PANTURA7.com, Sebanyak 17 warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo menjalani swab massal di kantor desa setempat, Kamis (21/1/2021). Hal itu sebagai antisipasi penularan Covid-19 pasca pengambilan jenazah Covid-19 di RSUD Waluyo Jati sebelumnya.

Swab massal berjalan kondusif. Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menargetkan dari pihak keluarga jenazah Covid-19, namun sebagian warga lain bersedia di-swab.

Budi Hartono, warga setempat mengatakan, banyak warga Desa Kalibuntu memilih kabur usai mendengar kabar adanya swab massal. Namun dirinya memilih menaati anjuran pemerintah dan juga untuk mengetahui kesehatannya.

“Keinginan sendiri, tidak ada paksaan dari siapa pun karena ingin mengetahui kondisi kesehatan saya setelah pulang dari rumah sakit (RSUD Waluyo Jati) meskipun banyak warga sini kabur,” kata Budi usai menjalani swab.

Setelah menjalani tes swab, lanjut Budi, ternyata rasanya tidak seperti yang dibayangkan. Sebab, beredar kabar di kalangan masyarakat sekitar jika swab akan kesakitan. Namun, ia hanya merasa geli.

“Tujuan saya ikut swab ini selain ingin mengetahui kondisi kesehatan juga agar masyarakat di Kalibuntu mau ikut swab. Saya tetangganya (jenazah Covid-19) dan juga ikut mendatangi rumah sakit,” ujarnya.

Sementara, Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Kraksaan, Ponirin mengaku, tidak menduga ternyata warga Desa Kalibuntu kondusif saat di-swab massal. Bahkan, seluruh warga yang undang hadir semua.

“Alhamdulillah hadir semua yang diundang. Semoga ke depannya tidak ada penjemputan paksa jenazah lagi dan masyarakat Desa Kalibuntu paham serta membantu program pemerintah untuk memutus mata rantai wabah ini,” ungkap mantan Camat Krejengan ini. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT


Baca Juga  Jemput Paksa Jenazah Covid, 12 Warga Kalibuntu Dipanggil Polisi