MAYANGAN-PANTURA7.com, Semenjak dibuka kembali, Juli 2020 lalu, Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo sepi pengunjung. Jumlah pengunjung menurun drastis hingga 50% daripada sebelum pandemi Covid-19.

Hal ini juga mengancam target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Probolinggo yang sebelumnya dipatok Rp550 juta dari TWSL pada tahun 2020.

Kepala UPTD IPLH DLH Kota Probolinggo ( pengelola TWSL), Akbarul Huzaini mengatakan, pada tahun 2020 ini, PAD dari TWSL ditargetkan Rp550 juta.

Namun, setelah terjadinya pandemi, pihaknya melakukan penyesuaian ulang target PAD TWSL menjadh Rp370 juta.

“Saya pesimistis target PAD Rp370 juta itu akan dicapai. Setelah melihat pengunjung yang menurun hingga 50%,” kata Akbarul, Jumat (18/9/2020).

Biasanya, tambah Akbarul, sebelum pandemi jumlah pengunjung tiap bulan mencapai 5.000 orang. Namun saat ini, pada bulan Juli hanya tembus 1.477 orang dan pada bulan Agustus mencapai 2.518 orang. Artinya hanya berkisar 50% dibandingkan sebelum pandemi.

Sehingga per bulan Juli, PAD TWSL masih terkumpul sekitar 51% dari target Rp370 juta.

“Kami melakukan penyesuaian ulang target PAD 2020 menjadi Rp180 juta, tetapi masih belum disetujui, sehingga kami masih tetap berpatok kepada target PAD Rp370 juta,” pungkas Akbarul. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Baca Juga  Pansus DPRD Usulkan Jarak Toko Waralaba dengan Pasar Tradisional Semakin Dekat