SIDOARJO-PANTURA7.com, Polda Jawa Timur bersama Kodam V Brawijaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kamis (17/9/2020) malam, menggelar Operasi Yustisi penerapan protokol kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.

Sasaran operasi, meliputi tempat-tempat yang disinyalir berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus korona. Seperti, warung kopi (warkop) serta pengguna jalan raya baik sepeda motor dan juga mobil.

Dalam operasi yustisi yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB, ratusan pelanggar protokol kesehatan yang terjaring langsung ditindak Tim Hunter. Mereka diangkut, Kartu Tanda Penduduk (KTP) disita, sampai sidang di tempat yang berpusat di Graha Tirta, Kecamatan Waru.

Kapolda Jawa Timur melalui Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnua Andiko menyebut, Tim Yustisi Covid-19 hunter dibagi 2 regu. Yakni tim yang gerakannya bersifat stasioner, yaitu dengan menertibkan tempat-tempat yang berdasarkan analisa, bisa menjadi klaster baru seperti cafe dan warkop.

Tim kedua bersifat mobile yakni patroli yang kemudian didapat yang nantinya dikumpulkan disatu lokasi dimana pelanggar akan dilakukan sidang di tempat.

“Tim Yustisi Covid-19 malam ini dibagi menjadi dua tim, dari Polrestabes Surabaya dan Polresta Sidoarjo. Nantinya, Tim Hunter Covid-19 menyasar lokasi yang dianggap sebagai klaster baru, seperti Cafe, Warkop serta dilakukan operasi yustisi keliling,” kata Trunoyudo.

Truno menambahkan, dalam sidang terbuka yang dilakukan, seperti sidang tipiring, pihaknya juga melibatkan hakim. “Hal ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 dan Pergub nomor 53 tahun 2020 termasuk Perwali dan Perbup,” paparnya.

Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah menyayangkan masih ada masyarakat yang belum taat protokol kesehatan. Operasi yustisi sebagai upaya pendisiplinan protokol kesehatan, nantinya akan diberlakukan selama 24 jam.

Baca Juga  Perangi Covid-19, Ansor Bangil Gratiskan Desinfektan

“Banyak masyarakat yang belum sadar akan protokol kesehatan Covid-19, upaya operasi yustisi ini cukup bagus sebagai upaya pendisiplinan protokol kesehatan,” tandas Widodo. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT