PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kabupaten Probolinggo. Kebijakan ini diambil menyusul tren Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus meningkat.

Bupati Tantriana mengatakan, pemerintah daerah telah mengkaji peluang penerapan PSBM di Kabupaten Probolinggo. Saat ini, papar Tantriana, hanya tinggal eksekusi saja.

PSBM ini, menurut dia, nantinya bisa dimulai dari tingkat RT/RW, tingkat desa hingga tingkat kecamatan. Sehingga Tantri berharap, satgas desa sampai level RT/RW itu betul-betul tanggap apa yang terjadi di lingkungannya.

“Kita dorong PSBM untuk segera diberlakukan,” kata bupati, ditemui di rumah dinas Bupati Probolinggo, Rabu (16/9/2020) pagi.

Wilayah yang sedang menjalankan PSBM, kata Tantri, warganya memang tidak diizinkan keluar masuk. Sehingga dalam hal ini juga dibutuhkan empati dan gotong royong warga sekitar untuk turut membantu warga yang sedang melaksanakan PSBM.

Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Probolinggo imbuh bupati, juga mendorong jalan alternatif melalui camat yang memiliki peran sebagai satgas di tingkat kecamatan. Camat sesegera mungkin memperkuat satgas desa dengan tujuan bisa mengambil kebijakan yang ketat sesuai kearifan lokal masing-masing.

“Hal ini dilakukan untuk segera memutus penyebaran Covid-19 ke ruang lingkup yang lebih luas,” tutur bupati perempuan pertama di Kabupaten Probolinggo ini.

Pemkab Probolinggo, dijelaskan bupati, juga akan mendorong dan memaksimalkan rumah sehat untuk proses karantina di lingkup kecil mulai dari desa hingga kecamatan.

“Sehingga orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak menumpuk di satgas kabupaten untuk menjalankan proses karantina,” tandas Tantriana. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: A. Zainullah FT


Baca Juga  Terpidana Korupsi Ditangkap Setelah 9 Tahun Buron