PAJARAKAN-PANTURA7.com, Pasca salah seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Pajarakan, Kabupaten Probolinggo dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Puskesmas Pajarakan tidak menerima pelayanan lagi hingga waktu yang belum ditentukan.

Selain menutup pelayanan puskesmas mulai dari Unit Gawat Darurat (UGD), rawat inap dan persalinan, pusat kesehatan masyarakat itu juga melakukan swab massal terhadap sekitar 60 karyawannya tanpa terkecuali.

Kepala Puskesmas Pajarakan, dr. Saiful Bahri mengatakan, dari total 60 karyawan, 54 karyawan langsung diswab di puskesmas. Hal itu untuk antisipasi pencegahan dan penyebaran Covid-19 pasca nakes yang bekerja di Puskesmas Pajarakan tepapar virus corona.

“Kemarin (Sabtu, red) yang diswab di puskesmas itu 54 karyawan. Sedangkan 5 karyawan sisanya sebagian diswab di Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah, red) dan ada juga yang menyusul,” kata dr. Saiful, Minggu (13/9/2020).

Terpisah, Jubir Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Dewi Veronica mengatakan, penutupan Puskesmas Pajarakan sementara waktu guna kepentingan sterilisasi dan desinfeksi setelah ada nakes positif Covid-19.

“Karyawan puskemas juga ditracing dan diswab, sebagai antisipasi. Jika hasilnya negatif maka puskesmas akan kembali membuka pelayanan seperti biasanya, tapi kami masih belum tau hasil swabnya kapan keluar,” tutur dia.

Diketahui, Puskesmas Pajarakan ditutup oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Penutupan berlaku sejak Jum’at (11/9/2020) kemarin hingga waktu yang belum ditentukan. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Baca Juga  Perusahaan Tertutup, Lonjakan Pasien Covid-19 Klaster Pabrik tak Terbendung