KRAKSAAN-PANTURA7.com, Angka stunting di Kabupaten Probolinggo masih sekitar 16 persen dari jumlah keseluruhan balita yang ada. Karena itu, pemerintah setempat mewanti-wanti agar para orang tua tidak mengabaikan gizi bayinya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Pemkab Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, pihak pertama yang paling bertanggung jawab atas kesehatan anak adalah orang tua.

Orang tua, khususnya pihak ibu, menurut Tutug, harus terus memperhatikan asupan gizi terhadap anaknya, sejak dalam masa kandungan hingga lahir dan tumbuh berkembang.

“Selanjutnya adalah lingkungan keluarga dan masyarakat. Sebagai individu atau pribadi, khususnya dalam pengetahuan gizi perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Tutug, Minggu (28/6/2020).

Oleh karena itu, lanjutnya, pencegahan stunting menjadi permasalahan yang harus dihadapi dan ditanggulangi secara terpadu dan terintegrasi melalui kolaborasi semua pihak. Baik itu pemerintah, pengusaha swasta, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kami mengajak secara bersama-sama untuk meningkatkan peran posyandu dan kader tingkat desa. Mereka merupakan garda terdepan yang sangat strategis dan konkret di lapangan,” tutur mantan Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo ini.

Angka stunting di Kabupaten Probolinggo, jelas Tutug, masih cukup tinggi meski angka pastinya masih terdapat perbedaan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun tahun 2018, angka stunting sebesar 39,9%.

Sementara, lanjut Tutug, berdasarkan bulan timbang per bulan Agustus 2019, angka stunting sebesar 16,37% atau sejumlah 13.206.

“Kami menekankan, bahwa semua Kepala OPD, camat dan kepala desa dan pihak-pihak yang tergabung dalam tim pencegahan stunting agar melakukan pemetaan secara cermat sebaran virus yang ada di masyarakat,”paparnya.

Dengan begitu, imbuh Tutug, tidak hanya stunting namun juga Covid-19, TBC, HIV AIDS, angka kematian anak dan angka kematian ibu, bisa ditekan. “Sehingga memudahkan dalam upaya melakukan intervensi penurunan angkanya,” tutup mantan Kepala Bappeda ini. (*)

Baca Juga  Cegah Pedagang dari Zona Merah, Pemkab Probolinggo Liburkan Pasar Hewan


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT