MAYANGAN-PANTURA7.com. Timun suri menjadi salah satu buah favorit selama Ramadan untuk berbuka puasa. Meski pandemi Covid-19 tengah melanda, namun tak menyurutkan warga untuk berburu timun suri untuk dijadikan hidangan saat berbuka puasa.

Seperti yang terlihat di sepanjang Jalan Basuki Rachmad, tepatnya depan Pasar Babian, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Para pedagang timun suri atau yang biasa disebut timun puan, nampak laris manis diserbu konsumen.

Permintaan buah khas Ramadan itu selalu tinggi, meski di tengah pandemi Covid-19. Buktinya, setiap lapak pedagang timun suri tersebut dipenuhi pembeli.

Ida (35), salah seorang pembeli mengaku, buah timun suri menjadi hobinya untuk berbuka puasa. Kata dia, meski bukan makanan pokok, namun berbuka puasa rasanya kurang lengkap jika tidak ada timun suri.

“Saya hobi buka puasa dengan timun suri. Disamping rasanya yang kres dan manis, tiap hendak buka puasa, saya selalu menyiapkan hidangan untuk berbuka,” ungkapnya, Jumat (22/5/2020).

Sementara, salah seorang pedagang timun suri di Pasar Babian Junaedi mengaku, sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya berjualan timun suri. Alasannya, biasanya di bulan Ramadan permintaan timun suri cukup tinggi.

“Kalau hari-hari biasa saya tidak jualan. Karena timun surinya juga tidak ada, tapi kalau bulan Ramadan musimnya buah timun suri yang banyaknya hanya di bulan puasa saja,” katanya.

Dia mengaku, permintaan timun suri tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selalu ramai pembeli meski saat ini tengah pandemi Covid-19. Hanya saja, saat ini dia mengaku tidak bisa mengirim timun suri ke kota-kota besar.

“Kami menjualnya hanya Rp 10.000 per kilogram tapi konsumen tetap banyak, yang beli,” ujarnya.(*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Muhammad Rizal