KEDOPOK-PANTURA7.com, Pedagang Kaki Lima (PKL) buah yang sebelumnya berjualan di bahu jalan sepanjang Jalan Tjokroaminoto dan Jalan Mastrip akhirnya menempati lokasi baru. Mereka menempati lokasi pasar buah sederhana di Jalan Mastrip, tepatnya di sebelah selatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Boyongan para PKL buah itu difasilitasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sebelumnya saat berjualan di pinggir jalan, para PKL buah sering diobrak.

Di pasar tanpa atap itu, puluhan PKL buah menggelar dagangannya dengan kendaraan pick up maupun motor roda tiga. Khusus di area pedagang tersebut tersedia akses jalan sudah berpaving.
Pasar buah Mastrip ini terbilang rindang karena banyak tumbuh pepohonan besar.

Sisi lain, sebagian besar pedagang menginginkan adanya fasilitas tambaha seperti, mushala dan toilet. Mereka juga menginginkan adanya banner atau papan nama dan ada tenda seperti kanopi.

Salah satu pedagang, Rafles (35) mengaku, senang menempati lokasi pasar tersebut. Hanya saja kalau mau shalat atau kencing, ya harus pergi ke pom bensin di dekatnya.

‘’Kami berharap pemerintah mau memenuhi permintaan kami untuk dibangunkan mushala,’’ katanya, Jum’at (3/4/2020).

Masih menurut Rafles, para pedagang buah menginginkan bertahan di pasar Mastrip. Soalnya suananya nyaman, tenang tidak diobrak-obrak Satpol PP. “Mudah-mudahan bertahan di sini, kami sudah capek dikejar-kejarPol PP,” ujarnya.

Apalagi menjelang Ramadhan, Rafles berharap, para pembeli banyak datang ke pasar buah Mastrip. “ Di sini juga enak bisa menggelar dagangan di bawah,” katanya.

Pedagang lainnya, Slamet (29) juga merasakan senang. “Aman juga di sini karena pembeli bisa memarkir kendaraannya tanpa mengganggu arus lalu-lintas,” ungkapnya.

Pembeli bisa leluasa memilih buah yang dijual PKL seperti langsep, duku, durian, rambutan, manggis, jeruk, apel, alpukat, melon, semangka, nanas dan lainnya. Sehingga memudahkan pembeli untuk berbelanja. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Muhammad Rizal