TONGAS-PANTURA7.com, Meninggalnya Asan (70) warga Dusun Jaringan, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, dinyatakan bukan lantaran banjir yang terjadi pada Jum’at (21/2/2020) sore tadi. Melainkan lantaran penyakit yang dialaminya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi, kalau korban meninggal lantaran dugaan penyakit serang jantung yang dideritanya.

“Menurut keterangan direktur rumah sakit Tongas, korban datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia, yang diduga karena serangan jantung. Jadi bukan karena banjir,” kata Anggit Hermanuadi melalu pesan singkat WhatsApp.

Dalam hal ini, Anggit melanjutkan, informasi yang diperoleh dari pihak keluarga. Saat tengah terjadi banjir, korban sedang menguras kapalnya. Seketika menurutnya, korban mengeluh dan merasa dadanya nyeri.

“Saat merasa dadanya nyeri, korban lalu terjatuh, yang Kemudian langsung dibawa ke rumah sakit Tongas. Dari pihak rumah sakit, penyebab korban meninggal lantaran serangan jantung. Semoga Almarhum Husnul khotimah,” tutur Anggit.

Sekedar informasi, meninggalnya Asan, bersamaan dengan terjadinya hujan deras pada Jum’at (21/2/2020) sekitar pukul 17.20 Wib, yang mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo tergenang air.

Salah satu wilayah yang terken banjir, ialah Desa Bayeman Tengah, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Banjir terjadi setelah turun hujan dengan intensitas sedang hingga deras di wilayah Kecamatan Sukapura, hingga membuat sungai setempat meluap. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT