Menu

Mode Gelap
Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

Internasional · 1 Feb 2020 10:45 WIB

Belasan Santri Genggong Masih di Cina, Non Alex; Kami Do’akan Mereka


					Belasan Santri Genggong Masih di Cina, Non Alex; Kami Do’akan Mereka Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Virus korona yang mewabah di Cina, membuat sedikitnya 14 santri Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Pajarakan, Probolinggo, terkurung di negeri tirai bambu tersebut. Mereka tidak leluasa beraktifitas karena ada pembatasan akses oleh pemeritah Cina.

Menanggapi hal itu, salah satu Pengasuh PZH Genggong, KH. Moh. Hasan Hassan Malik mengaku khawatir. Sebab menurutnya, virus korona saat ini menjadi pembahasan dan sangat ditakuti oleh masyarakat di dunia.

“Namanya juga anak didik, pasti khawatir ketika mendengar itu. Seketika kami langsung mencari informasi menghubungi para wali santri, untuk mengetahui kabar para alumni yang lanjut studi di sana (Cina, red),” kata Non Alex, panggilan akrabnya.

Ia berharap, para alumni PZH Genggong yang kini masih berada di negeri tirai bambu dijaga dan senantiasa dalam lingdungan Allah SWT. Selain itu, Non Alex meminta kepada para alumni untuk tidak lepas berdo’a dan bertawassul.

“Yang lebih penting, semoga mereka semua tidak terjangkit virus. Minta do’a kepada orang tua dan juga gurunya. Kami hanya bisa lakukan ini, karena posisi kita di Indonesia dan mereka di Cina,” tutur kiai yang juga Kepala Kominfo PZH Genggong ini.

Alumni tertua mahasiswa PZH Genggong di Cina, Febri Halim Cahyadi mengatakan, sejatinya ada 17 alumni Genggong yang menimba ilmu di Cina. Namun tiga orang berhasil pulang ke kampung halamannya beberapa hari yang lalu.

Dikatakan Febri, kondisinya dan belasan alumni lain masih belum bisa beraktifitas seperti hari-hari sebelumnya. Pembatasan akses oleh pemerintah Cina membuat jangkauan ke dunia luar tertutup, kecuali sifatnya sangat mendesak.

“Sehari-hari kebanyakan kami habiskan berdiam di dalam kamar, sejak virus corona menyerang,” tutur Febri. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 162 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bersarung dan Berkopiah Merah Putih, Santri Lumajang Upacara Hari Kemerdekaan

17 Agustus 2025 - 12:17 WIB

Viral di Media Sosial, Batik Fosfor Asal Lumajang Tembus Amsterdam dan Berlin

14 Agustus 2025 - 15:19 WIB

Archipelago Resmikan Aston Inn Lumajang, Dorong Investasi Pariwisata di Jawa Timur Selatan

9 Agustus 2025 - 05:05 WIB

Jember Fashion Carnival 2025 Usung Tema Lingkungan, Akan Hadirkan 2 Ribu Peserta

6 Agustus 2025 - 18:27 WIB

Mengenal Roisatul Muttaqin Alalloh, Dara Cantik asal Jorongan Probolinggo yang Wakili Indonesia di 3 Negara

1 Agustus 2025 - 20:50 WIB

Kasus Kusta Indonesia Masuk 3 Besar Dunia, The Nippon Foundation Turun Tangan

9 Juli 2025 - 19:09 WIB

Dari Hobi ke Bisnis, Kolektor Vespa di Jember Rambah Pasar Internasional

12 Juni 2025 - 19:18 WIB

Tembakau Jember jadi Primadona Pasar Global, Sumbang Devisa Hingga US$ 31,9 Juta

8 Juni 2025 - 16:46 WIB

Menteri Perdagangan Lepas Ekspor Strategis dari Pasuruan ke China.

3 Juni 2025 - 20:30 WIB

Trending di Internasional