PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Festival Olahan Mangga yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Probolinggo tak hanya diapresiasi Kadin Jawa Timur. Lebih jauh Kadin meminta produk olahan mangga perlu dibuat massal agar punya daya saing tinggi.

Hal itu disampaikan Tim Ahli Kadin Jatim sekaligus Direktur Kadin Institut Dr. Ir. Jamhadi MBA kepada PANTURA7.com. Dikatakan banyak tantangan dalam mempertahankan produk lokal bahkan untuk melebarkan sayap dalam meningkatkan daya saing.

Buah mangga di Kota Probolinggo kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Namun yang harus dipikirkan, buah mangga hanya ada saat musim panen saja. 

“Berbicara buah mangga kita kan tahu tidak selalu ada. Maka perlu ada terobosan sehingga olahan mangga itu dibuat massal namun memiliki daya tahan yang kuat. Sebab hal itu yang menunjang produk bisa berdaya saing tinggi baik regional atau bahkan nasional,” kata mantan Ketua Kadin Surabaya 2015-2019 ini.

Salah satu jelly olahan mangga dari UMKM Kota Probolinggo. (Foto : Rahmad Soleh).

Sehingga, lanjutnya, produk yang punya daya tahan tinggi dengan pemasaran yang maksimal bisa mudah bersaing.  Pihaknya sebagai Kadin Institut siap memfasilitasi dan membantu ke depan.

“Saya kira ini bisa dimaksimalkan, sebab produk olahan dari agro di Jatim itu diminati negara lain seperti Singapura, Malaysia termasuk Rusia. Nah termasuk ini berpeluang maksimal misal membuat tepung mangga yang selain awet bisa diproduksi massal,” tambahnya.

Tepung mangga dinilai mampu mengatasi persoalan ketika buah mangga tak lagi musim. Sebab menurutnya  olahan ini bisa dibilang awet dan bisa dibuat massal.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Jatim bidang UKM, Muhammad Rizal mengaku, olahan UMKM dari produk mangga di Kota Probolinggo cukup bagus. Berbagai varian bisa berpeluang menjadi bisnis kuliner kekinian.

“Kita lihat ya tadi olahan mangga begitu banyak varian dan rasa ada 58 jenis olahan mangga. Ini potensi yang harus dikembangkan sehingga produk tidak dijual hanya buah saja,” jelasnya.

Ia berharap upaya seperti ini harus terus dikembangkan tidak hanya bagi pelaku UMKM nantinya. Namun mengangkat perekenomian Kota Probolinggo seiring dengan revolusi industri 4.0. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Rizal Wahyudi