BATU-PANTURA7.com, Guna menunjang revolusi industri 4.0 khususnya bagi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur, PT Angkasa Pura menggenjot produktivitas pelaku UMKM. Targetnya pelaku UMKM bisa melakukan ekspor tanpa pihak ketiga.

Sebenarnya pelaku UMKM di Jatim berpotensi melakukan ekspor. Hanya saja selama ini mereka mengekspor barang melalui pihak ketiga.

Oleh karena itu, PT Angkasa Pura Logistik juga bekerja sama dengan Pemkot Batu memberikan sosialisasi kepada pengusaha UMKM Kota Batu. Branch Manager PT Angkasa Pura Logistik, Budi Riyanto mengatakan, untuk merambah pasar ekspor sebetulnya tidak sulit.

“Kami memperkenalkan semakin dekatnya dengan pengguna jasa. Nanti kami kerja sama dengan yang lain sehingga masyarakat bisa mengirim lewat Angkasa Pura Logistik,” ungkap Budi saat menggelar workshop ekspor AP Logistik bertema “Aplog Jembatan IKM Mendunia”, Rabu (9/10).

Suasana Workshop ekspor angkasa pura logistik yang digelar di Kota Batu, Malang. (Ist)

Lanjut Budi, dalam tiga tahun belakangan ini, PT Angkasa Pura Logistik telah merambah keluar. Selama ini berkutik di dalam bandara saja. Ia melihat, produk UMKM di Jatim termasuk Kota Batu memiliki potensi untuk diekspor.

Pihaknya berharap pelaku usaha bisa menangkap peluang ekspor. Angkasa Pura Logistik sebagai anak perusahaan Angkasa Pura di bidang logistik siap memfasilitasi UMKM.

“Banyak UMKM dan pertanian di Jatim termasuk Kota Batu. Sebetulnya bisa dikembangkan ke luar. Harapannya kami jadi mitra teman-teman,” katanya.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia DPD Jatim, Iko Sukma menambahkan, potensi ekspor di Jatim perlu dimaksimalkan. Kehadiran Angkasa Pura diperlukan untuk menjembatani hal itu.

“Produk lokal banyak tapi tidak maksimal di luar negeri. Angkasa Pura Logisitik menjembatani infrastruktur itu,” ujarnya.

Dijelaskannya, selama ini pelaku usaha UMKM belum banyak yang paham soal ekspor. Padahal, ekspor di Jawa Timur didominiasi industri.

“Mayoritas eskpor 70 persen industri. Yang lain non industri seperti tambang, manufakturing, juga hasil kebun,” kata Iko. Diharapakan pelaku usaha akrab dengan budaya bisnis di era 4.0. (*)


Penulis: Rahmad Soleh
Editor: Ikhsan Mahmudi