Lumajang,- Pertamina Patra Niaga mengakui adanya keterlambatan kedatangan mobil tangki yang memasok bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, dalam tujuh hari terakhir.
Kondisi ini terjadi bersamaan dengan peningkatan konsumsi Pertalite dan Biosolar yang memicu antrean di sejumlah SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan konsumsi BBM dipengaruhi oleh naiknya mobilitas masyarakat dan aktivitas pertanian, terutama saat musim panen tebu.
“Konsumsi Pertalite meningkat seiring bertambahnya mobilitas warga. Sementara itu, permintaan Biosolar naik karena aktivitas pertanian yang meningkat selama panen tebu,” katanya, Kamis (22/10/2026).
Ia juga mencatat adanya peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite serta dari Pertamina Dex ke Biosolar. Kondisi tersebut turut meningkatkan permintaan terhadap BBM bersubsidi.
“Penjualan BBM bersubsidi meningkat sekitar 11–15 persen dibandingkan kondisi normal,” kata Ahad.
Lonjakan konsumsi tersebut, kata dia, beriringan dengan penyesuaian jadwal pengiriman dalam tujuh hari terakhir. Akibatnya, kedatangan mobil tangki ke sejumlah SPBU mengalami keterlambatan.
Untuk mengatasi kondisi itu, kata dia, Pertamina berkoordinasi dengan Integrated Terminal Surabaya guna memprioritaskan dan mempercepat pengiriman BBM ke SPBU di Lumajang.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang dan pihak terkait untuk mendukung kelancaran distribusi serta pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami antrean.
Selain itu, perusahaan mengoptimalkan armada mobil tangki melalui mekanisme spot charter untuk memperkuat kapasitas distribusi BBM.
“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar penyaluran BBM ke SPBU dapat dipercepat dan kebutuhan konsumen segera terpenuhi,” pungkasnya. (*)












