Lumajang,- Seorang balita perempuan berusia dua tahun tewas setelah tertabrak truk Isuzu Giga di jalan Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Rabu (21/10/26), sekitar pukul 05.57 WIB.
Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno mengatakan kecelakaan itu terjadi ketika truk bernomor polisi S 8328 ND melaju dari arah utara. Pada saat bersamaan, korban berlari dari arah rumahnya menuju jalan raya.
“Dari arah sisi kiri ada truk dan mobil pikap berjalan pelan, sekitar 25 kilometer per jam. Tiba-tiba balita ini berlari menyeberang dari rumahnya ke jalan, sehingga tertabrak,” katanya.
Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan bahu kiri.
“Korban sempat dibawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong,” katanya.
Truk tersebut dikemudikan Mukhid (53) warga Desa Kunir, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.
Menurut Bayu, pengemudi mengaku tidak menyadari bahwa kendaraannya telah menabrak korban sehingga tetap melanjutkan perjalanan.
“Sopir truk mungkin belum merasa bahwasanya kendaraannya menabrak, sehingga dia lanjut saja berjalan. Kendaraan melaju pelan saat kejadian,” kata Bayu.
Pengemudi truk kemudian mendatangi Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan kecelakaan tersebut beredar dan viral di media sosial.
Bayu menegaskan kedatangan pengemudi itu bukan untuk menyerahkan diri, melainkan memberikan informasi dan keterangan mengenai peristiwa tersebut.
“Bukan menyerahkan diri, tetapi datang untuk memberikan informasi dan keterangan terkait peristiwa tersebut,” ujarnya.
Menurut Bayu, saat kejadian belum ada pengawasan orang tua terhadap balita tersebut, sementara jalan di lokasi merupakan jalur antardesa yang dilalui kendaraan.
“Pada waktu kejadian memang belum ada pengawasan dari orang tua. Apalagi itu kan jalan antardesa atau kecil yang lalu lalang kendaraan cukup padat,” Bayu menegaskan.
Saat ini, Satlantas Polres Lumajang masih menyelidiki kecelakaan tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di tempat kejadian perkara.
Polisi belum menyampaikan hasil akhir penyelidikan mengenai tanggung jawab hukum dalam peristiwa itu.
“Mengingat keluarga masih dalam suasana duka, tentu nanti kita dari Satlantas Polres Lumajang akan berkunjung ke pihak korban,” tutur Bayu. (*)












