Probolinggo – Dua korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, yang terjadi pada Kamis (15/10/2026), mengalami luka bakar serius.

Karena luka bakar yang dialami mencapai lebih dari 50 persen, keduanya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo, Surabaya, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Direktur RSUD Tongas, dr. Catur Prangga Wadana, mengatakan bahwa setelah kejadian tersebut, seluruh korban karhutla di kawasan Bromo, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka, sempat dibawa ke RSUD Tongas untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi.

“Jadi, empat korban yang meninggal dunia mengalami luka bakar hingga sekitar 100 persen. Sementara itu, dua korban yang selamat mengalami luka bakar lebih dari 50 persen,” jelasnya.

Ia menerangkan, kedua korban selamat tidak hanya mengalami luka bakar serius, tetapi juga trauma inhalasi, yakni gangguan pada saluran pernapasan akibat menghirup udara panas.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan medis untuk merujuk keduanya ke RSUD dr. Soetomo, Surabaya.

Sebelum proses rujukan dilakukan, tim medis RSUD Tongas terlebih dahulu berupaya menstabilkan kondisi kedua korban.

“Kami sudah mengoptimalkan penanganan untuk menstabilkan kondisi korban sebelum dirujuk ke RSUD dr. Soetomo. Alhamdulillah, keduanya sudah tiba di sana. Semoga kondisi mereka terus membaik dan bisa segera pulih,” pungkasnya. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.