Lumajang,- Rangkaian Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, resmi berakhir pada Jumat (10/7/26) pagi.
Upacara keagamaan umat Hindu yang berlangsung sejak 29 Juni 2026 itu diikuti sekitar 10 ribu umat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Lampung, hingga Sumatera.
Penutupan piodalan dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, Kapolres Lumajang, perwakilan Kodim 0821 Lumajang, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan Pura Mandhara Giri Semeru Agung tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Hindu.
“Ia berkembang sebagai salah satu tujuan wisata religi yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Indah.
Ia mengatakan para umat yang datang tidak hanya mengikuti rangkaian persembahyangan, tetapi juga memanfaatkan rumah-rumah warga sebagai tempat menginap.
Selain itu, mereka membeli makanan, kebutuhan sehari-hari, hingga berbagai produk oleh-oleh yang dijual masyarakat setempat.
“Tadi juga disampaikan bahwa ada umat yang datang dari luar Jawa, dari Sumatera dan berbagai daerah lainnya. Mereka menginap di rumah-rumah penduduk, kemudian membeli makanan dan oleh-oleh,” bebernya.
“Ini menjadi salah satu bentuk peningkatan pendapatan masyarakat yang ada di Kecamatan Senduro,” imbuh Bupati Indah.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang Teguh Widodo menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu dari berbagai daerah yang hadir untuk mengikuti persembahyangan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung.
“Kami merasa sangat berbahagia karena kedatangan semeton atau saudara-saudara kami dari Bali, Lampung, Sumatera maupun seluruh Nusantara yang ikut menyukseskan upacara piodalan tahun 2026 ini,” tutur Widodo.
Menurutnya, jumlah umat Hindu yang hadir untuk tangkil atau bhakti penganyar selama pelaksanaan piodalan diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang.
Kehadiran umat dari berbagai daerah tersebut menjadi gambaran bahwa Pura Mandhara Giri Semeru Agung tetap menjadi salah satu pusat kegiatan spiritual umat Hindu di Indonesia.
“Untuk umat Hindu yang tangkil atau bhakti penganyar pada piodalan tahun 2026 ini kurang lebih sekitar 10 ribu jiwa,” ia memungkasi. (*)











