Probolinggo,— Setelah sekian lama menjadi tempat curhat warga melalui pesan WhatsApp (WA) pribadi, Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, kini meluncurkan Halo SAE, layanan pengaduan terintegrasi berbasis Artificial Inteligent (AI).
Peluncuran aplikasi layanan Halo SAE dengan nomor 082131001001 itu dilakukan pada Rabu (20/5/25), usai apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di halaman Kantor Bupati Probolinggo, Jl. Panglima Sudirman Kraksaan.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris menyebut, program Halo SAE menjadi bagian dari pengembangan sistem Data Satu Pintu dan Command Center yang saat ini tengah dibangun secara bertahap oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Menurutnya, konsep layanan berbasis kecerdasan buatan atau AI, sebenarnya telah dipersiapkan sejak tahun lalu. Namun, penyempurnaan sistem, terutama pada bagian validasi dan filterisasi laporan masyarakat, membuat peluncurannya baru bisa direalisasikan pertemgahan Mei 2026 ini.
“Karena ini memang basisnya AI, ini mimpi kita dari kemarin. Jadi nanti semuanya terkoneksi dengan Data Satu Pintu dan Command Center,” ujar Gus Haris, sapaannya.
Melalui sistem tersebut, setiap laporan masyarakat yang masuk akan langsung dibaca AI, kemudian secara otomatis diteruskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sesuai jenis persoalan yang dilaporkan.
“Sistem ini, juga mampu memangkas jalur birokrasi pelayanan publik yang selama ini dinilai lambat dan berbelit,” cetus Gus Haris.
Pemkab Probolinggo bahkan membagi standar respon berdasarkan tingkat urgensi laporan masyarakat. Untuk kategori darurat, OPD diwajibkan memberikan respon dalam waktu 1 hingga 3 jam.
“Sementara laporan kategori menengah wajib ditindaklanjuti kurang dari 24 jam, sedangkan laporan yang membutuhkan asesmen lapangan diberikan waktu maksimal sepekan,” bebernya.
Gus Haris menambahkan, layanan Halo SAE nantinya tidak hanya menerima aduan berupa pesan teks, tetapi juga dapat memproses foto maupun video dari masyarakat sebagai bahan verifikasi lapangan.
Aduan seperti jalan rusak, jembatan putus, pelayanan publik lambat hingga persoalan sosial, sambungnya, bisa langsung terkoneksi ke sistem pemerintahan secara otomatis.
“Misalnya ada jalan rusak, jembatan putus, dan lain sebagainya, semuanya nanti bisa langsung terkoneksi dengan sistem,” ucap kepala daerah berusia 51 tahun ini.
Ia menegaskan, salah satu keunggulan utama Halo SAE terletak pada kemampuan AI dalam melakukan filterisasi laporan secara otomatis. Teknologi tersebut dirancang untuk mendeteksi laporan palsu, aduan iseng, maupun informasi yang tidak valid sebelum diteruskan ke OPD terkait.
“Karena basis AI itulah kemudian ada filterisasi otomatis dilakukan. Jadi kalau ada orang iseng melakukan pelaporan, sistem ini akan membaca dan memvalidasi terlebih dahulu,” ia menambahkan.
Tak hanya itu, seluruh laporan masyarakat nantinya juga dapat dipantau langsung melalui ponsel pribadi milik bupati karena telah terhubung dengan Command Center Pemkab Probolinggo.
Bahkan, kecepatan respon OPD terhadap aduan masyarakat via Halo SAE, akan menjadi salah satu indikator evaluasi pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah.
“Iya, selama ini masyarakat banyak WA langsung ke saya sampai HP saya panas dan nge-hang. Semoga dengan adanya hotline ini persoalan masyarakat bisa lebih cepat terselesaikan,” harap Gus Haris. (*)













