Lumajang, – Peresmian Masjid Jami’ Al-Khoirot di Dusun Timur Jurang, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, menjadi momentum penguatan fungsi sosial keagamaan dalam pembangunan desa. Masjid tidak lagi diposisikan semata sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial masyarakat.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, keberadaan masjid memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berdaya. Masjid dapat menjadi ruang interaksi yang memperkuat nilai kebersamaan warga.
“Masjid bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga ruang berkumpul, belajar, dan memperkuat kebersamaan masyarakat,” kata Indah, Selasa (28/4/2026).
Pembangunan Masjid Al Khoirot dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Partisipasi warga dalam proses pembangunan dinilai mencerminkan kuatnya nilai gotong royong sekaligus menunjukkan bahwa masjid menjadi bagian dari kehidupan sosial yang dimiliki bersama.
Menurutnya, pendekatan ini penting karena masjid memiliki potensi besar sebagai pusat interaksi sosial. Aktivitas yang berlangsung secara rutin dan terarah dinilai mampu memperkuat kohesi sosial serta menumbuhkan nilai kepedulian dan tanggung jawab bersama.
“Ketika masjid hidup, maka lingkungan di sekitarnya juga akan ikut hidup. Di situlah nilai kebersamaan tumbuh,” katanya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat dalam memanfaatkannya.
“Masjid ini sudah dibangun bersama. Tugas kita berikutnya adalah merawat dan memakmurkannya,” jelasnya. (*)












