Probolinggo,- Momen ditutupnya wisata Gunung Bromo dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo bekerjasama dengan Balai Besar Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) untuk membina pelaku jasa wisata kuda di Bromo.
Dalam pembiaan yang diikuti oleh zekitar 100 pelaku jasa wisata kuda, sejumlah materi diberikan. Mulai penyediaan jasa wisata kuda hingga penggunaan kuda sebagai atraksi wisata yang berbasis pada kesehatan dan kesejahteraan kuda.
Ada pula materi penggunaan kuda dalam atraksi wisata di kawasan Bromo yang berbasis pada keselamatan pengunjung dan Komando Latihan Marinir dengan materi kesadaran bela negara dan cinta tanah air bagi paguyuban kuda tunggang wisata Bromo.
“Pemilik dan perawat harus paham dalam merawat kuda, sehingga kuda tetap dalam kondisi sehat untuk mendukung wisata Bromo,” kata Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nikolas Nuryulianto, Jum’at (10/4/26).
“Kesejahteraan hewan menjadi aspek penting dalam mendukung keberlanjutan pariwisata kuda di Bromo,” imbuhnya.
Ia menjelaskan kesehatan kuda tidak hanya berdampak pada performa hewan, tetapi pada citra daerah pariwisata. Oleh karena itu, pemberian pakan, waktu bekerja, hingga hingga perawatan harus diberlakukan rutin.
Edukasi kepada pemilik kuda, menurut drh. Niko, menjadi upaya penting untuk menciptakan standar dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi wisatawan.
“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan wisatawan di Bromo tidak hanya menarik, tetapi kesehatan hewan dan keselamatan oengunjung juga harus menjadi perhatian agar nama baik pariwisata tetap terjaga,” bebernya.
Dengan pembinaan ini, tidak hanya pengelola kuda, namun jip atau kendaraan lain dapat berjalan tertib profesional dan berkelanjutan.
“Pelaku jasa wisata semakin memahami pentingnya standar pelayanan, legalitas usaha, serta kesehatan hewan sebagai bagian dari industri pariwisata,” sampainya. (*)













