Lumajang, – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, PT KAI Daerah Operasional (Daop) 9 Jember menertibkan perlintasan sebidang liar di wilayah Lumajang dan Probolinggo. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta serta mencegah risiko kecelakaan selama lonjakan arus mudik dan arus balik.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, sedikitnya dua perlintasan liar telah ditutup, yakni di KM 95+7/8 ruas Bayeman – Probolinggo dan KM 158+2/3 ruas Jatiroto – Tanggul. Selain itu, perlintasan di KM 55+7/8 ruas Kalisetail – Temuguruh dilakukan penyempitan jalur untuk membatasi akses kendaraan besar dan menurunkan laju kendaraan yang melintas.
“Dari target delapan titik perlintasan, tiga titik sudah kami eksekusi jelang Lebaran. Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur kereta aman dan steril saat arus mudik dimulai, sehingga pelayanan kepada pelanggan bisa berjalan maksimal tanpa kendala operasional,” kata Cahyo, Minggu (8/3/2026).
Tidak hanya menutup perlintasan, KAI Daop 9 juga menindak bangunan liar yang mengganggu ruang manfaat jalan kereta api.
“Baru-baru ini, satu titik bangunan liar di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, dibongkar,” ungkapnya.
Hingga Februari 2026, KAI Daop 9 tercatat telah melaksanakan 11 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Sosialisasi ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan perjalanan kereta tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat.
Cahyo menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan menjelang Lebaran merupakan persiapan menyeluruh untuk angkutan mudik.
“Kami ingin memastikan saat arus mudik nanti dimulai, jalur kereta benar-benar steril dan aman sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan lancar. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya. (*)











