Probolinggo,- Pasca kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres dengan truk gandeng di perlintasan JPL 13, Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, sejumlah perjalanan KA alami keterlambatan.
Hal tersebut di sampaikan oleh Manager Hukum dan Humas KAI daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro. Ia menyebut, pasca kecelakaan lokomotif KA Blambangan Ekspres mengalami kerusakan, perjalanan tidak bisa dilanjutkan.
Alhasil, kondisi itu membuat rangkaian beserta lokomotif yang rusak kemudian ditarik mundur menuju Stasiun Probolinggo menggunakan lokomotif penolong.
“Sesampainya di Stasiun Probolinggo, seluruh penumpang KA Blambangan Ekspres kemudian di alihkan ke KA Wijaya Kusuma agar dapat melanjutkan perjalanan ke stasiun tujuan hingga stasiun akhir Ketapang,” kata Cahyo.
Selain KA Blambangan Ekspres yang mengalami keterlambatan, sejumlah perjalana KA lain juga mengalami keterlambatan yakni KA Wijaya Kusuma relasi Stasiun Cilacap – Stasiun Ketapang Banyuwangi.
Kemudian KA Mutiara Timur Relasi Stasiun Ketapang – Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan KA Ijen Ekspres relasi Stasiun Malang Kota Lama – Stasiun Ketapang Banyuwangi.
“Meski mengalami keterlambatan akibat dampak kecelakaan, namun kami berupaya agar jadwal perjalanan KA – KA ini kembali normal,” beber dia.
Saat ini, baik pihak KAI dan pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang terjadi antara KA Blambangan Ekspres dan truk gandeng di perlintasan JPL 13.
Sebagaimana diketahui, kecelakaan truk gandeng dengan kereta api terjadi di perlintasan Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jum’at dinihari (6/3/26). Akibat kejadian ini, masinis dan asisten terluka pasca terjepit kabin lokomotif.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Bermula saat truk gandeng bermuatan tepung batu dengan nopol P 8793 UG, berjalan dari arah timur menuju barat.
Sesampainya di perlintasan kereta api JPL 13, truk yang disopiri Ali Rudi Amir (30), dan kernetnya Agus Prasetyo, keduanya warga Kabupaten Jember, lantas melintas.
Tiba-tiba dari arah utara muncul kereta api Blangbangan Ekspress relasi Stasiun Pasar Senen (Jakarta) – Stasiun Ketalang (Banyuwangi) yang langsung menabrak gandengan truk. (*)












