Lumajang, – Sebanyak 37 siswa dari SDN 3 Jugosari tidak dapat mengikuti ujian tengah semester di sekolah pada Kamis (5/3/2026).

Para siswa asal Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang itu memilih pulang kembali ke rumah saat hendak berangkat ke sekolah.

Keputusan tersebut diambil karena arus Sungai Regoyo terlihat sangat deras usai diterjang banjir lahar dari Gunung Semeru sejak Rabu (4/3/2026) malam.

Padahal, para siswa sudah mengenakan seragam sekolah dan bersiap mengikuti ujian.

Dari puluhan siswa yang berangkat dari Dusun Sumberlangsep, hanya dua anak yang berhasil menyeberangi aliran sungai dengan cara digendong orangtuanya.

Sementara siswa lainnya memilih kembali ke rumah karena khawatir terseret arus lahar yang masih deras.

Salah satu siswa yang berhasil menyeberang, Fatma mengatakan, teman-temannya memilih pulang karena takut terjadi banjir lahar susulan dari Semeru.

“Yang bisa lewat hanya saya dan teman saya satu ini, yang lain pulang karena takut erupsi,” katanya.

Meski demikian Fatma mengaku, tidak terlalu khawatir jika nanti tidak bisa kembali ke rumah karena kondisi sungai. Ia bahkan sudah memiliki rencana jika harus bermalam.

“Nanti kalau tidak bisa lewat, saya menginap di rumah emak (nenek),” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 3 Jugosari, Yulianti mengatakan, seluruh siswa yang tidak dapat datang ke sekolah tetap mengikuti ujian melalui sistem daring.

“Soal ujian sudah kami kirim secara daring kepada siswa yang tidak bisa berangkat ke sekolah,” katanya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.