Lumajang, – Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembangunan tanggul di aliran Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Hal itu untuk mencegah empat dusun kembali terisolasi akibat banjir lahar Gunung Semeru.
Tanggul sepanjang 183 meter tersebut dibangun secara permanen dengan pemasangan bronjong setinggi enam meter. Proyek ini menjadi prioritas karena jika tidak segera ditangani, luapan lahar berpotensi merusak jalan desa dan lahan pertanian warga.
Pengawas Pelaksanaan Proyek Erupsi Semeru, Agus Wintoro mengatakan, progres pemasangan bronjong saat ini telah mencapai 32,5 persen.
“Pemasangan bronjong pada hari ini sudah mencapai kurang lebih 32,5 persen,” kata Agus, Rabu (4/3/2026).
Selain pembangunan tanggul, pihaknya melakukan pengalihan aliran sungai ke bagian tengah agar saat banjir terjadi tidak langsung menghantam tanggul. Dua unit kisdam turut dibangun di hulu sungai sebagai penahan awal arus lahar.
Menurut Agus, keberadaan kisdam telah teruji saat banjir lahar pada 28 Februari 2026. Saat itu dengan intensitas hujan 44 milimeter, kisdam mampu bertahan tanpa kerusakan.
“Tangkisnya sudah kita buktikan waktu banjir kemarin aman,” katanya.
Ia menambahkan, apabila kondisi cuaca mendukung, proyek tersebut ditargetkan selesai 100 persen dalam waktu satu minggu ke depan, sehingga infrastruktur bisa kembali aman menjelang Lebaran 2026.
“Estimasi minggu ini kalau cuaca mendukung akan selesai 100 persen,” pungkasnya. (*)











