Pasuruan, – Upaya pemerintah memastikan bantuan sosial tepat sasaran terus diperkuat melalui pembenahan data. Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menggelar sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Diponegoro, Kecamatan Bangil, tersebut diikuti kepala daerah, camat, kepala desa, serta pilar-pilar sosial se-Kabupaten dan Kota Pasuruan. Sosialisasi ini menempatkan DTSEN sebagai basis utama penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten dan Kota Pasuruan, perangkat desa, serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat sinkronisasi dan pemutakhiran data. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar program bantuan sosial benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau data kita akurat, maka program-program kita pasti akan tepat sasaran. Itulah ajakan kita hari ini dan kita harapkan apa yang kita sampaikan bisa ditindaklanjuti di desa masing-masing,” ujar Gus Ipul kepada media.
Mensos menegaskan bahwa pemutakhiran data sosial dan ekonomi merupakan amanat langsung Presiden RI yang tertuang dalam Inpres Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Fokus utamanya adalah mewujudkan data tunggal agar tidak ada keluarga rentan yang terlewat dari perlindungan sosial.
Ia menambahkan, pembaruan data dapat dilakukan melalui jalur pemerintahan formal (RT/RW hingga bupati/walikota) maupun saluran digital yang telah disiapkan.
“Bisa lewat call center 24 jam, saluran WhatsApp khusus laporan bansos, serta aplikasi Cek Bansos. Saluran-saluran ini harus dimanfaatkan dengan baik karena pemerintah terbuka terhadap partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Gus Ipul juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan data kemiskinan. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci agar validasi data berjalan objektif.
”Sudah tidak bisa lagi kita menutup-nutupi data, justru sebaliknya masyarakat diajak untuk memperbaiki data kita,” tegasnya mengutip arahan presiden.
Melalui konsolidasi masif ini, Kementerian Sosial berharap integrasi antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan sistem digitalisasi bansos semakin solid. Dengan demikian, potensi salah sasaran bantuan dapat diminimalisir secara signifikan di masa mendatang. (*)












