Probolinggo,- Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pengunjung meninggal dunia saat berenang di Wisata Kum-kum Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan Kota Probolinggo.
Kepala Syahbandar PPP Mayangan, Nonot Wijayanto mengatakan, atas pertimbangan banyak kejadian yang menelan korban jiwa, maka pengelola akan menutup lokasi wisata tersebut.
Rencananya, pihaknya akan menutup wisata Kum-kum Mayangan dengan cara dipagar, agar tidak ada warga ataupun pengunjung yang masuk ke lokasi wisata.
“Selain penutupan, tulisan tentang larangan berenang atau kum-kum akan kita tambah,” kata Nonot.
Menurut Nonot, pihaknya belum memastikan penutupan dilakukan permanen atau hingga jangka waktu tertentu. Sebab menurutnya, ia masih menunggu arahan dari pusat.
“Terkait hal ini, nanti kita tunggu arahan dari pusat,” Nonot menegaskan.
Diketahui sebelumnya, Minggu (1/2/26) perempuan lanjut usia (lansia), Sumarni (61), warga Dusun Gudang, Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, meninggal saat berendam di wisata Kum-kum.
Sebelum meninggal, korban datang bersama suaminya Hasan Syukur, untuk terapi kesehatan. Namun, saat korban berendam, diduga penyakitnya kambuh, korban ditemukan tak sadar dalam kondisi telungkup di air.
Korban sempat mendapat pertolongan di lokasi kejadian, namun nyawanya tak tertolong sehingga oleh dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo. (*)












