Pasuruan, – Fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat Pasuruan kembali bertambah. Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Pasuruan resmi beroperasi setelah diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (26/1/2026).

Pembangunan rumah sakit yang menelan investasi sekitar Rp70 miliar ini diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa kehadiran RSNU Pasuruan diharapkan memperluas jangkauan layanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Harapannya adalah cakupan layanan kesehatan berkualitas itu makin merata, makin bisa terjangkau dan dijangkau oleh masyarakat di paling bawah,” ujar Khofifah usai peresmian.

Menurut Khofifah, Nahdlatul Ulama memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan. Karena itu, ia berharap RSNU Pasuruan tidak hanya berperan dalam pelayanan medis, tetapi juga memberi dampak yang lebih menyeluruh.

“Karena ini NU, pasti ada sehat spiritualnya, sehat mentalnya, dan tentu juga sehat ekonominya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2024-2029, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyatakan sektor kesehatan kini menjadi salah satu fokus utama NU, selain pendidikan dan kegiatan sosial.

Pria yang akrab disapa Gus Kikin ini menjelaskan, PWNU Jatim tengah melakukan inventarisasi serta kolaborasi untuk menyatukan manajemen rumah sakit milik NU agar dikelola secara lebih profesional.

“Kita sedang kolaborasi. Ini ada holding yang membawa rumah sakit-rumah sakit yang baru mulai. Jadi kesehatan ini termasuk salah satu fokus dari NU,” jelasnya.

Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin mengungkapkan, rasa syukurnya atas berdirinya RSNU Pasuruan. Menurutnya, rumah sakit ini merupakan perwujudan cita-cita lama para sesepuh NU di Pasuruan agar umat memiliki pusat layanan kesehatan yang bermanfaat nyata.

“Semoga dengan dibukanya rumah sakit ini seluruh warga yang dirawat bisa sembuh,” tutur ulama yang akrab disapa Gus Ipong itu.

Ia menambahkan, meski baru beroperasi, manajemen RSNU Pasuruan berkomitmen melakukan penyempurnaan fasilitas dan layanan secara bertahap.

Dari sisi pendanaan, pembangunan RSNU Pasuruan didukung berbagai pihak. Selain investasi utama senilai Rp70 miliar untuk pembangunan fisik dan pengadaan alat kesehatan modern, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga mengalokasikan dana APBD sebesar Rp10 miliar sebagai bentuk dukungan.

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan rumah sakit tersebut. Ia menilai keberhasilan RSNU Pasuruan tidak lepas dari sinergi antara Pemprov Jawa Timur, Pemkab Pasuruan, dan pihak swasta.

“Kesehatan itu harus diperhatikan oleh pemerintah, mulai dari pemerintah provinsi sampai Kabupaten Pasuruan,” tegas Shobih. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.