Pasuruan, – Aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kembali terjadi di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Kali ini, nasib naas menimpa Moch Wildan Dio Arsantri (23), seorang mahasiswa asal Candi, Sidoarjo.

Sepeda motor Honda Scoopy miliknya raib digondol maling saat diparkir di halaman Ruko Billyard & Café SAE, Jalan Raya Pleret-Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (18/1/2026) malam.

Peristiwa pencurian tersebut berlangsung sangat cepat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 21.25 WIB untuk bermain biliar. Korban memarkirkan motor Honda Scoopy bernopol W-2354-VA miliknya menghadap ke barat.

Namun, saat itu korban tidak mengunci setir kendaraannya, meski kunci kontak telah dicabut.

Peristiwa pencurian berlangsung sangat cepat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tiba di lokasi sekitar pukul 21.25 WIB untuk bermain biliar. Ia memarkir motor Honda Scoopy bernopol W-2354-VA menghadap barat. Meski kunci kontak dicabut, setir kendaraan tidak dikunci.

“Hanya berselang sekitar lima menit setelah korban masuk ke dalam ruko, seorang warga memberitahukan bahwa ada seseorang membawa lari motor dari area parkir menuju arah utara,” jelas Plh Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, Senin (19/1/2026).

Korban bersama pengunjung lain segera bergegas keluar, namun motor berwarna coklat hitam tersebut sudah tidak ada di tempat. Korban kemudian melapor ke SPKT Polsek Pohjentrek sekitar pukul 22.00 WIB.

Junaidi menambahkan bahwa pihak kepolisian langsung mengambil langkah cepat di lapangan.

“Anggota sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP awal dan mengumpulkan keterangan saksi. Kami juga sudah mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Dugaan sementara, pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang tidak mengunci setir kendaraannya. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy tahun 2019.

“Pelaku masih dalam lidik. Tindak lanjut saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan intensif, termasuk pemeriksaan korban dan pendalaman bukti CCTV,” pungkas Junaidi. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.