Pasuruan, – Pemerintah Kota Pasuruan, Jawa Timur, mengimbau para nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut hingga ke perairan Selat Madura.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda kawasan tersebut dalam sepekan terakhir.

​Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kota Pasuruan, Mualif Arief, menegaskan bahwa langkah ini diambil guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut yang dapat membahayakan keselamatan jiwa para nelayan.

Menurutnya, fenomena angin barat yang terjadi saat ini memicu hembusan angin kencang yang berdampak langsung pada kenaikan tinggi gelombang.

​”Akhir-akhir ini memang cuaca tidak bersahabat. Istilahnya saat ini ada angin barat yang menyebabkan angin berhembus dengan kencang dan tentunya gelombang tinggi,” ujar Mualif Arief dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

​Mualif menjelaskan, biasanya para nelayan Kota Pasuruan mencari ikan hingga ke tengah Selat Madura. Namun, dengan kondisi cuaca buruk yang diperkirakan masih akan berlangsung selama dua hingga tiga minggu ke depan, nelayan diminta untuk membatasi wilayah tangkapan mereka.

​Pihak DP2KP menyarankan agar aktivitas penangkapan ikan tetap dilakukan, namun hanya terbatas di wilayah perairan pinggir atau sekitar pesisir Kota Pasuruan. Hal ini dimaksudkan agar nelayan dapat segera kembali ke darat apabila terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.

​”Kami imbau untuk tidak melaut dan bisa dilakukan melautnya hanya di sekitar perairan yang ada di Kota Pasuruan. Kami menyarankan untuk mengedepankan keselamatan dan keamanan,” tambah Mualif.

​Dampak dari cuaca ekstrem ini mulai dirasakan pada sektor perikanan. Mualif mengakui, produksi perikanan tangkap di Kota Pasuruan mengalami penurunan dalam sepekan terakhir karena banyak nelayan memilih tidak melaut.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan stok ikan laut di pasaran. Jika cuaca buruk terus berlanjut dan aktivitas nelayan masih terbatas, harga ikan diperkirakan akan mengalami kenaikan seiring dengan tingginya permintaan masyarakat.

​”Cuaca ini bisa dua atau tiga minggu yang seperti ini. Memang saat ini seperti kita ketahui bersama, ini kita musim hujan juga, nanti masih berakhir di bulan-bulan nanti April, Mei itu,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.