Lumajang, – Maraknya kejahatan malam hari kembali dirasakan warga Lumajang. Satreskrim Polres Lumajang menangkap satu pelaku pencurian rumah, sementara satu pelaku lainnya masih buron, setelah menggasak perhiasan emas dan sebuah laptop dari rumah korban.
Kasus pencurian dengan pemberatan tersebut terjadi di rumah milik Shabrina Fahmindrayanti, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, pada Kamis, 13 April 2023 sekitar pukul 00.30 WIB.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro menjelaskan pelaku yang berhasil diamankan berinisial MD (38), warga Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang. Sementara satu pelaku lainnya berinisial SY hingga kini masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Pelaku MD melakukan pencurian bersama rekannya. Mereka masuk ke dalam rumah korban melalui pintu belakang yang tidak terkunci,” ujar Ipda Untoro, Jumat (16/1/2026).
Dijelaskan sebelum kejadian korban meninggalkan rumah sekitar pukul 21.30 WIB untuk berbelanja ke Kota Lumajang. Saat itu pintu depan rumah dalam kondisi terkunci, namun pintu belakang diduga lupa dikunci.
Sekitar pukul 00.30 WIB, korban kembali ke rumah dan mendapati kondisi rumah sudah berantakan. Setelah dilakukan pengecekan, sejumlah barang berharga diketahui telah hilang.
“Barang yang diambil pelaku berupa empat cincin emas dengan berat dan motif berbeda serta satu unit laptop merek Axioo,” ungkapnya.
Adapun perhiasan emas yang dicuri antara lain satu cincin emas seberat 1,2 gram, satu cincin emas bermotif mutiara warna bening seberat 1,2 gram, satu cincin emas bermotif batu mutiara seberat 3,9 gram, serta satu cincin emas bermotif mutiara di sekelilingnya dengan berat 3 gram.
Setelah menerima laporan korban, Satreskrim Polres Lumajang bersama Polsek Tekung melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka MD di rumahnya pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Dalam penggeledahan di rumah tersangka, petugas menemukan satu buah LCD laptop Axioo yang telah dibongkar, yang diduga kuat merupakan milik korban.
“Sementara untuk pelaku lainnya masih terus dilakukan pengejaran,” pungkasnya. (*)












