Jember,- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember memberlakukan status siaga penuh bagi seluruh relawan menyusul meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan Januari 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat jika terjadi banjir, tanah longsor, maupun angin kencang di sejumlah wilayah.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyampaikan, bahwa curah hujan tinggi yang diprediksi berlangsung sepanjang Januari berpotensi memicu berbagai bencana alam.
Karena itu, sambungnya, PMI menyiapkan personel agar selalu siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.
Seluruh relawan, baik dari Korps Sukarela (KSR) maupun Tenaga Sukarela (TSR), diminta tetap dalam kondisi standby selama 24 jam.
Selain kesiapan sumber daya manusia, PMI Jember juga memperkuat pemantauan di wilayah-wilayah yang selama ini masuk kategori rawan bencana.
PMI Jember memprioritaskan daerah dengan risiko banjir dan longsor, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah dengan kontur tanah labil.
Upaya antisipasi juga dilakukan melalui pengecekan sarana pendukung, seperti ambulans, peralatan evakuasi, serta ketersediaan logistik bantuan.
“Potensi bencana hidrometeorologi tidak bisa dianggap ringan. Kesiapan sejak dini menjadi kunci agar penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Zainollah, Selasa (13/1/26).
Dalam menghadapi cuaca ekstrem, PMI Kabupaten Jember juga terus menjalin koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait lainnya.
Sinergi lintas lembaga diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan warga.
“Setidaknya selama puncak musim hujan berlangsung,” Zainollah memungkasi. (*)












