Probolinggo,- Wisata Gunung Bromo masih menjadi destinasi favorit untuk menikmati libur tahun baru yang jatuh pada Kamis (1/1/26). Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan lokal.
Peningkatan wisatawan Gunung Bromo sudah terlihat sejak Rabu malam (31/12/25), salah satunya melalui pintu masuk Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Wisatawan datang untuk menghabiskan malam pergantian tahun dengan suasana pegunungan eksotik khas Bromo dan hamparan hijau bukit savana.
Peningkatan wisatawan juga terlihat sejak Kamis pagi (1/1/26) yang didominasi wisatawan lokal, baik warga sekitar Kecamatan Sukapura, ataupun wisatawan dari area Probolinggo Raya.
Salah seorang wisatawan, Yopita Estepania Putri mengatakan bahwa kunjungannya ke Bromo ini untuk menghabiskan waktu libur tahun baru. Selain itu, ia juga bangga dengan wisata lokal.
“Tadi datang siang ke Bromo dan tujuannya untuk menikmati suasana, karena lokasinya yang bagi, harapannya lebih banyak lagi wisatawan yang datang,” kata wisatawan asal Ngadirejo, Kecamatan Sukapura ini.
Data BBTNBTS, sejak tanggal 20 Desember hingga 30 Desember 2025 libur Nataru, total pengunjung ke Gunung Bromo yang masuk melalui 3 pintu mencapai 49.755 orang.
Dari jumlah tersebut, 671 orang merupakan wisatawa mancanegara. Sisanya, merupakan wisatawan lokal.
Jumlah tertinggi wisatawan Bromo terjadi pada Sabtu (27/12/25), dengan 5 ribu orang wisatawan yang masuk dari 3 pintu masuk. Pintu masuk Jemplang Malang terbanyak dengan jumlah 2500 orang.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan bahwa puncak kunjungan terjadi pada tanggal 27 Desember, kemudian angkanya terus turun. Tak hanya itu, arus lalu lintas juga lancar.
“Jadi pada hari ini (1/1/26) meskipun terlihat ramai, namun, jumlah kunjungan wisatawan tak seramai tanggal 27 Desember 2025 kemarin, kemudian dibandingkan Nataru tahun kemarin angka kunjungan wisatawan tidak jauh berbeda,” ujarnya.
Diperkirakan, hari ini diprediksi merupakan puncak kunjungan wisata ke Gunung Bromo, bersamaan berakhirnya libur pegawai dan pekerja. (*)












